25/10/2024
GAJATOBANEWS | OKTOBER 2024
Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Manajemen Transaksi Terpadu di Geosite Sipinsur
Pada kesempatan yang berharga ini, Koordinator Wilayah Selatan Gaja Toba, Eko Pardede, menghadiri undangan dari Dinas Pariwisata dan Olahraga Humbang Hasundutan (Humbahas), yang diwakili oleh Bapak Kabid Indra Hutabarat, dalam sosialisasi penting tentang sertifikasi halal dari Bank Indonesia dan pengelolaan manajemen transaksi terpadu bagi pelaku UMKM kuliner di Geosite Sipinsur.
Saat ini, Geosite Sipinsur membutuhkan sistem manajemen transaksi terpadu untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan efisiensi layanan. Kondisi di mana para pelaku UMKM kuliner berebut menawarkan produk langsung kepada tamu terkadang mengurangi kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, Disparpora Humbahas merencanakan pembentukan kawasan tempat duduk kuliner yang bebas digunakan oleh setiap pengunjung, di mana menu UMKM akan terintegrasi dalam satu sistem kasir. Sistem ini memungkinkan pengunjung memilih berbagai menu yang diinginkan tanpa perlu berpindah-pindah tempat, menciptakan pengalaman kuliner yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Keuntungan Sistem Transaksi Terpadu bagi Pelaku Wisata
Sistem single cashier, yang serupa dengan konsep food court atau food market, menghadirkan berbagai keuntungan bagi pelaku wisata dan UMKM di Geosite Sipinsur:
1. *Meningkatkan Kenyamanan Pengunjung*
Pengunjung dapat memilih dan memesan berbagai produk dari satu titik kasir, tanpa harus berpindah-pindah tempat. Hal ini menciptakan pengalaman kuliner yang lebih santai dan menyenangkan, sehingga pengunjung cenderung menghabiskan waktu lebih lama di area kuliner, yang pada akhirnya meningkatkan potensi penjualan UMKM.
2. *Menghindari Persaingan yang Tidak Sehat*
Sistem terpadu ini mengurangi persaingan langsung antar UMKM dalam menawarkan produk kepada pengunjung, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan teratur. Semua UMKM mendapat kesempatan yang sama melalui sistem menu terpadu, sehingga pengalaman pengunjung pun lebih menyenangkan.
3. *Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Keuangan*
Dengan single cashier, semua transaksi tercatat dalam satu sistem, memudahkan pelaku UMKM dalam melacak pendapatan harian mereka tanpa perhitungan manual. Pembagian hasil dari setiap transaksi bisa lebih transparan dan mudah diaudit.
4. *Promosi yang Lebih Terarah dan Terpusat*
Pengelola dapat mempromosikan seluruh menu UMKM secara terpadu, misalnya melalui katalog digital atau daftar menu bersama. Ini memberikan keuntungan bagi UMKM yang mungkin sebelumnya sulit menjangkau pengunjung atau memperkenalkan produknya.
5. *Standarisasi Layanan dan Kualitas Produk*
Single cashier mendorong UMKM untuk menjaga standar layanan dan kualitas produk. Dengan standar yang sama, UMKM di kawasan Sipinsur dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap produk yang mereka tawarkan.
6. *Memfasilitasi Proses Sertifikasi Halal*
Pengelola dapat memastikan setiap produk telah memiliki sertifikasi halal, menjadikan kawasan ini lebih ramah bagi wisatawan Muslim, yang sekaligus menjadi nilai tambah bagi daya tarik kawasan.
Dalam sosialisasi ini, Eko Pardede menyampaikan bahwa Gaja Toba melalui unit Toba Experience telah berpengalaman mendampingi beberapa objek wisata dalam pengelolaan kawasan dan sistem kasir terpadu. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat memperbaiki pengalaman wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan UMKM lokal.
Indra Hutabarat, Kabid dari Dinas Pariwisata dan Olahraga Humbahas, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola wisata dan pelaku UMKM agar mengikuti proses sertifikasi halal serta pengelolaan manajemen transaksi terpadu. Tujuannya adalah menjadikan Geosite Sipinsur semakin menarik bagi wisatawan, dengan layanan yang tertib dan sesuai standar.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku UMKM kuliner di kawasan Geosite Sipinsur, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Saat ini, pendapatan umkm kuliner sipinsur sangat rendah, omset dibawah Rp. 3.000.000/bulan. Karena pengunjung tidak percaya dengan standard produk kuliner disana dan belum merasa nyaman untuk berlama-lama di lokasi. Pengunjung juga masih banyak yang membawa makanan sendiri.
Salam Gaja Toba