Tryas mode

Tryas mode vidio masakan cina
vidio randem
keseharian
novel

Selamat Pagi Dunia.....Semoga secerah senyuman saya...Amiinnnn...semuaorang
13/06/2025

Selamat Pagi Dunia.....
Semoga secerah senyuman saya...
Amiinnnn...
semuaorang

Di balik kesuksesan, ada ujian kehidupan yang tak terduga. Mbak Nana, sosok jurnalis hebat, mendampingi suami yang sukse...
23/05/2025

Di balik kesuksesan, ada ujian kehidupan yang tak terduga. Mbak Nana, sosok jurnalis hebat, mendampingi suami yang sukses sebagai pengacara dan membesarkan anak yang kini berkarier sebagai staf komunikasi. Keluarga yang tampak sempurna, penuh pencapaian. Namun tak ada yang tahu, bahwa di puncak kebahagiaan, Mbak Nana harus menghadapi kehilangan paling besar dalam hidupnya kepergian suami tercinta.

Sukses bukan akhir dari perjuangan. Kadang justru di sanalah hidup menguji hati kita yang paling dalam.

Al-Fatihah.😭
Untuk laki-laki yang hidupnya sederhana,
tapi cintanya luar biasa.

Istri yang kuabaikan akhirnya pergi. Namun, aku menyesal setelah kepergiannya karena ternyata ....***Satya dan Lintang m...
19/05/2025

Istri yang kuabaikan akhirnya pergi. Namun, aku menyesal setelah kepergiannya karena ternyata ....

***

Satya dan Lintang menatap Hanum yang sedang memangkas jarak. Andai tidak ada Lintang di sampingnya, Satya pasti akan segera menyongsong Hanum dan memeluknya, mencari sebait rasa tenang di dalam rengkuhan perempuan yang selama dua tahun mengisi hatinya itu.

“Aku ikut belasungkawa, Mas,” ujar Hanum setelah berdiri di hadapan Satya. “Semoga dosa Bunda diampuni dan beliau ditempatkan di tempat terbaik.”

Lintang memandang Satya dan Hanum bergantian. Hatinya terasa nyeri saat melihat sorot mata mendamba di mata suaminya ketika bersitatap dengan Hanum. Tatapan yang tidak pernah ia dapatkan semenjak resmi menjadi istrinya. Duka yang bergelayut di mata Satya tak mampu menyembunyikan rindu dan kenangan yang tersimpan di sana.

“Terima kasih, Num.” Suara Satya seperti desau angin bertiup di hari yang sendu.

“Kemarin pagi padahal kami masih ngobrol dan Bunda kelihatannya baik-baik saja.” Hanum menjeda kalimat dengan satu tarikan napas. Ingatannya kembali pada pertemuan kemarin. “Wajah Bunda bahkan terlihat cerah.”

“Kita tidak pernah tahu umur manusia, Num. Aku juga nggak nyangka. Tapi mau bagaimana lagi, memang sudah begini takdirnya.” Satya mencoba bersikap bijak meski belum mampu melerai rasa kehilangan di hati.

Hanum mengangguk. “Kalau gitu aku pamit dulu, Mas.”

“Nggak mampir rumah?” tanya Satya.

“Pengen, sih, mampir. Tapi aku masih ada kerjaan. Nanti malam aku datang pengajian.” Hanum menyalami Satya dan Lintang bergantian lalu pergi.

Satya menarik napas panjang sembari menatap punggung Hanum yang menjauh. Diam-diam pikirannya mengandaikan kekasihnya itulah yang berada di sisinya saat ini. Tentu hatinya lebih tenang dan akan membantunya melewati masa-masa berat ini.

“Kita pulang sekarang, Mas?”

Suara Lintang menarik Satya dari kecamuk pikiran. “Ah, eh, iya.” Satya membalikkan badan kemudian membukakan pintu mobil untuk Lintang sebelum ia duduk di balik kemudi.

Makam keluarga Satya memang terletak cukup jauh dari rumah sehingga membutuhkan kendaraan bermotor untuk mencapainya. Makam tersebut dibangun leluhur Satya dan telah menjadi tempat tetirah terakhir keluarganya sejak tiga generasi sebelumnya.

Sepasang suami istri itu dicekam sunyi sepanjang dua puluh menit perjalanan dari makam ke rumah. Satya mengunci mulut rapat-rapat dan memilih fokus menatap jalanan kota yang ramai. Sementara itu, Lintang menghabiskan waktu dengan berzikir sembari memandang suasana kota Solo yang dilaluinya. Ia tidak punya cukup keberanian untuk memulai percakapan dengan Satya.

Tujuh hari berlalu sejak kematian Bu Sekar dan bagi Satya, waktu seolah berjalan begitu lambat. Ia merasa semesta tengah menggodanya dengan membuat waktu bergerak melambat. Setiap sudut rumah selalu mengingatkannya tentang Bunda dan setiap kenangan itu menyeruak, air matanya seolah ingin tumpah. Tamu-tamu yang masih terus berdatangan tidak mampu mengusir lara di hati lelaki bertubuh atletis itu. Meski berusaha tetap tegar di hadapan para tamu, tetapi dalam kesendirian tangisnya tak terbendung. Ia tidak tahu kenapa bisa serapuh ini.

“Besok aku balik Bandung dulu, Lin.” Satya membuka pembicaraan setelah para tamu yang mengikuti pengajian hari ketujuh pulang. Jarum pendek jam di dinding menunjuk angka sepuluh.

Lintang yang tengah membereskan ruang tengah menghentikan pekerjaan. Ia mendekat dan duduk di dekat Satya. “Iya, Mas. Besok berangkat jam berapa?”

Satya menatap wajah Lintang yang terlihat lelah. Ada haru yang menyelusup ke relung hatinya. Meski diabaikan, Lintang tidak pernah menampakkan wajah tidak s**a atau pun kecewa. Ia bahkan cukup cekatan mengurus semua keperluan pengajian sejak hari pertama hingga terakhir.

“Pesawat berangkat jam tujuh. Jadi aku berangkat setengah enam.”

“Aku siapkan baju-bajunya sekarang kalau gitu. Biar besok nggak terburu-buru.”

“Eh, nggak usah.” Refleks Satya meraih tangan Lintang yang baru saja bangkit dari duduk. Sesaat kedua pasang mata itu saling bersitatap. Dalam hati, Satya mengakui jika wajah Lintang memang tidak secantik Hanum, tetapi selalu menawarkan keteduhan.

“Aku bisa menyiapkan sendiri,” lanjutnya agak gugup. “Kamu istirahat saja. Kamu pasti lelah.”

Entah kenapa Satya merasa jantngnya berdetak lebih cepat ketika tatapan mata sebening telaga milik Lintang memindai tubuhnya. Namun, wajah Hanum yang berkelebat cepat di benak menormalkan kembali detak jantung Satya. Ia harus menjaga diri. Bagaimanapun juga ia sudah berjanji akan kembali kepada Hanum.

Lintang tersenyum. “Nggak, kok, Mas. Sudah jadi tanggung jawabku untuk menyiapkan keperluan Mas Satya.”

Jemari kokoh Satya kembali meraih tangan Lintang. “Nggak usah, Lin. Nanti aku beresin sendiri. Aku bukan anak mama yang semua keperluannya harus diurus orang lain.” Membiarkan Lintang membereskan pakaiannya sama saja membuka kesempatan mereka lebih dekat karena perempuan itu memasuki salah satu bagian privatnya dan Satya tidak mau itu terjadi. Ia harus menutup semua celah yang mampu menumbuhkan benih cinta di antara mereka.

“Oh, baiklah kalau begitu.” Meski senyum masih menetap di wajah Lintang, tetapi rasa kecewa diam-diam menggumpal di hatinya.

“Kapan kamu balik Jogja?” Satya mengalihkan pembicaraan.

“Kalau Mas Satya mengizinkan, besok aku balik Jogja,” jawab Lintang setelah kembali duduk di sofa.

Satya tersenyum. “Kenapa harus minta izin? Kamu bebas pergi ke mana pun. Jangan merasa terikat denganku.”

Ucapan Satnya seperti cubitan di hati Lintang. “Ya, aku, kan, istri Mas Satya. Kewajiban seorang istri untuk minta izin suami ke mana pun dia pergi. Jadi kalau terjadi apa-apa, meninggal misalnya, suami ridha.” Lintang berusaha menjawab pertanyaan Satya setenang mungkin.

Satya berjengit. “Kamu ngaco. Jangan ngomongin mati. Cukup aku kehilangan Bunda.”

“Ya, memang -- “

“Pokoknya jangan ngomongin soal mati. Titik!” potong Satya cepat.

Lintang menutup mulutnya. Sepasang mata bening miliknya menatap wajah Satya yang terlihat keruh. “Ma-maaf. Aku nggak bermaksud apa-apa.”

Satya mengganjur napas. “Aku yang minta maaf, Lin. Aku cuma nggak ingin ngomongin soal mati.” Ia menatap wajah Lintang yang menunduk. “Kamu boleh pergi ke mana pun tanpa minta izin kepadaku. Kita memang suami istri, tapi hanya sementara. Kamu tetap manusia bebas, tidak terikat. Tidak perlu bersusah payah meminta izinku, apalagi mengurus keperluanku.”

“Ya, Salam, Ya, Latif,” batin Lintang perih. Ia berharap pendengarannya salah dan bukan Satya yang baru saja mengucapkannya. Nyatanya, kalimat demi kalimat setajam duri mawar itu memang diucapkan Satya.

“Udah malam, Lin. Yuk, istirahat.” Satya bangkit. Lelaki itu sama sekali tidak terlihat merasa bersalah dengan ucapannya yang telah melukai hati Lintang. “Besok biar kamu diantar Pak Parjo. Jadi nggak usah ngebis.” Satya menatap wajah istrinya sekilas lalu pergi ke kamarnya, meninggalkan Lintang yang nyaris meledakkan tangis.

Dua minggu berlalu sejak Satya dan Lintang kembali ke kehidupan masing-masing. Lintang berusaha mengejar waktu yang tersisa. Ia menenggelamkan diri di perpustakaan dan sesekali ke laboratorium untuk mengambil hasil analisis. Beruntung, ia tidak perlu mengulang penelitian karena hasil analisis sesuai dengan hipotesis penelitiannya.

Sepekan pertama terpisah jarak, tidak pernah satu kali pun Satya berkirim kabar lebih dulu. Selalu Lintang yang mengawali percakapan di antara mereka hingga Lintang merasa malu dan khawatir dianggap terlalu mengejar-ngejar Satya. Akhirnya, pada minggu kedua, Lintang memutuskan untuk tidak lagi menghubungi Satya meski hanya sekadar bertanya apakah suaminya sudah makan atau belum sebagaimana yang dilakukannya pada pekan sebelumnya.

Lintang baru saja membereskan buku-buku ketika ponselnya bergetar. Refleks tangannya membekap mulut saat melihat nama Satya terpampang di layar ponsel.

“Lin, besok kamu Sabtu Minggu kamu pulang ke Solo nggak?” tanya Satya setelah membalas salam Lintang.

“A-apa Mas Satya besok pulang?” Tiba-tiba Lintang merasa gugup. Ia berharap sikap Satya berubah.

“Iya, ini aku sudah di bandara. Malam ini juga aku ke Solo.”

“Kalau gitu, besok aku pulang, Mas. Aku ngebis paling pagi,” ujar Lintang semringah.
“Nggak usah naik bus. Besok aku jemput kamu,” pungkas Satya sebelum memutus pembicaraan.

***
Judul aplikasi: Perempuan Masa Lalu Suamiku
Penulis: Anifah Setyawati
Apk: KBM App

🎂 Resep Bolu Ketan Hitam🎂Bahan ~ 2 butir telur~ 8 sdm gula pasir~ 15 sdm tepung ketan hitam~ 1 sachet santan instan ukur...
14/03/2025

🎂 Resep Bolu Ketan Hitam🎂
Bahan
~ 2 butir telur
~ 8 sdm gula pasir
~ 15 sdm tepung ketan hitam
~ 1 sachet santan instan ukuran 65 ml
~ 1/2 sdt baking powder
~ 1/2 sdt soda kue
~ 1/4 sdt garam
~ 3 sdm air
~ 3 sdm minyak goreng
🥮cara buat :
~ campur gula dan telur lalu kocok hingga gula larut
~ masukkan tepung ketan sambil di ayak lalu aduk kembali menggunakan wisk sampai tercampur rata
~ masukkan santan, baking powder, soda kue, garam dan air lalu aduk kembali
~ masukkan minyak lalu aduk kembali
~ siapkan loyang atau cetakan kemudian masukkan adonan bolu lalu kukus selama 30 menit atau sampai matang menggunakan api sedang
Selamat mencoba 👩‍🍳

Dikejar Cinta Bos DinginSelesai mandi, hampir jam sembilan pagi. Alan dan Bella berpakaian rapi untuk sarapan. Keduanya ...
19/02/2025

Dikejar Cinta Bos Dingin

Selesai mandi, hampir jam sembilan pagi. Alan dan Bella berpakaian rapi untuk sarapan. Keduanya menuju restoran hotel. Pagi itu Bella ingin makan banyak karena merasa lapar.

Setelah sarapan, Bella kembali ke kamar bersama Alan, dia pun mengantuk. Bella naik ke ranjang lalu berbaring di sana. Dia hanya ingin memejamkan mata sebentar, tetapi ketika kepalanya menyentuh bantal, perempuan itu langsung tertidur pulas.

Padahal tadinya, Alan ingin mengajak Bella jalan-jalan di pantai sambil menikmati sinar mata hari pagi. Namun, melihat Bella kelelahan, pria itu pun membiarkan istrinya tidur. Pria itu memeriksa jadwal penerbangan mereka besok hari.

Alan keluar dari kamar itu untuk jalan sebentar di sekitar hotel. Pria itu berjalan kaki sendiri sambil melihat-lihat sesuatu yang menarik untuknya.

Tak jauh dari hotel tempat mereka menginap, Alan melihat toko bunga. Tiba-tiba saja dia ingin membeli satu buket bunga yang nantinya akan dia berikan pada Bella.

Alan masuk ke toko bunga lalu melihat-lihat bunga yang dijual di sana. Bunga mawar merah yang ada di toko sangat menarik perhatian Alan. Pria itu mengambil beberapa tangkai mawar merah lalu dia berikan pada pemilik toko untuk dirangkai menjadi buket bunga. Dia pun membayar buket bunga itu.

Setelah mendapat buket bunga itu, Alan kembali ke hotel. Dia pun masuk kamar dan meletakkan buket bunga itu di meja. Karena Bella masih belum bangun, pria itu pun ikut naik ke ranjang dan berbaring di samping Bella sambil memeriksa ponselnya.

Meskipun berada di samping Bella yang tertidur pulas pria itu tidak ikut mengantuk, dia malah memeriksa pekerjaan yang ada.

Tepat jam 12 siang, Bella belum juga bangun, dia pun membangunkan istrinya. “Sayang, bangun! Sudah waktunya makan siang.” Alan menepuk pelan bahu istrinya sampai Bella terbangun

“Mas, maaf aku ketiduran. Tadi tuh cuma pengen rebahan bentar aja, tapi malah ketiduran.” Bella merasa bersalah karena ketiduran.

Alan tersenyum lebar. “Kamu pasti capek banget ya? Sekarang kita makan siang dulu, nanti sore baru jalan di pantai. Malam nanti kamu enggak boleh tidur duluan lagi.” Alan tersenyum penuh arti.

Bella paham apa yang dimaksud suaminya tentang malam nanti. Ya, dia memang harus siap kapan saja pada saat bulan madu ini. Tidak boleh menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang hanya sebentar tanpa Hadi bersama mereka.

“Baiklah, Mas.”

Bella turun dari ranjang menuju cermin. Dia merapikan rambutnya yang berantakan karena tidur. Dia pun merapikan pakaiannya lalu memulas bibir dengan lipstik agar tidak terlihat pucat. “Ayo, Mas!” Bella mengajak Alan keluar dari kamar.

“Tunggu sebentar.” Alan mengambil buket bunga yang dia beli tadi lalu dia berikan pada Bella. “Kamu tetap lebih cantik dari bunga ini.” Alan tersenyum mania pada Bella.

Melihat buket bunga pemberian dari Alan, mata Bella melebar dan bibirnya terbuka. “Bagus banget, Mas. Beli di mana? Pasti tadi Mas jalan sendiri tanpa aku, ya?” Bella merasa bersalah lagi membiarkan suaminya jalan sendirian.

“Kamu tidurnya nyenyak banget, aku jadi enggak ada teman. Jadi, aku jalan sendiri keluar hotel terus ketemu toko bunga. Aku beliin mawar ini buat kamu.”

“Wah, makasih banget ya, Mas. Bunga ini aku simpan di kamar ini aja biar kamarnya wangi bunga mawar terus.”

“Boleh, Sayang. Yang penting enggak kamu buang. Ayo kita makan siang dulu!”

Makan siang kali ini mereka makan siang di restoran hotel. Alan sudah memesan dua set menu untuknya dan Bella.

Bella s**a dengan menu makan siang kali ini. Dia menikmati semua yang disajikan oleh pihak hotel. Selesai makan siang, mereka pun kembali ke kamar.

“Nonton yuk, Mas!” Bella mengambil remote TV di meja.

Siang itu terik sehingga mereka memilih untuk berdiam diri di kamar. Alan setuju untuk menonton TV bersama Bella. Mereka pun naik ke ranjang bersamaan. Perempuan itu mencari film romantis yang bisa mereka tonton siang ini.

“Nonton film enggak apa-apa kan, Mas?”

“Iya. Yang penting nontonnya sama kamu, Sayang.”

Bella duduk bersandar di dada suaminya. Sementara Alan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. Siang itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan menonton film romantis di TV. Ya sesekali Alan pasti akan mencium rambut, leher dan bahu istrinya.

Pada jam empat sore, keduanya keluar dari hotel untuk jalan-jalan di pantai. Ombak di pantai itu bergulung dengan indah secara bergantian.

Bella mengajak Alan bermain pasir di pinggir pantai. Pria itu tidak melihat Bella kekanak-kanakan saat dia bermain pasir di pantai dan mengumpulkan kerang-kerang di sana.

Setelah puas bermain pasir, Bella dan Alan duduk di pinggir pantai sambil memandangi langit sore yang perlahan menjadi gelap.

“Ayo kembali ke hotel. Sebentar lagi malam. Sudah waktunya makan malam.” Alan mengulurkan tangan untuk membantu Bella berdiri. Kemudian, mereka kembali ke hotel.

Baca kelanjutannya di DREAME INNOVEL
Penulis Agniya14

Mulai Dari Sini Semoga Dimudahkan Amiiinn....
22/01/2025

Mulai Dari Sini Semoga Dimudahkan
Amiiinn....



Kita hadir ada yang welcome ada yg transparan menolak itulah dunia Seperti dia.....kehadirannya ada yang sangat syuka ad...
17/01/2025

Kita hadir ada yang welcome ada yg transparan menolak itulah dunia

Seperti dia.....kehadirannya ada yang sangat syuka ada yang biasa aja ada yang terang terangan menolaknya....😅

*ROTI PISANG COKLAT* diantrisna08Bahan :- air hangat suam kuku 100ml- ragi 1 sdt (3gr)- gula 30gr- tepung terigu protein...
22/09/2024

*ROTI PISANG COKLAT*

diantrisna08

Bahan :
- air hangat suam kuku 100ml
- ragi 1 sdt (3gr)
- gula 30gr
- tepung terigu protein sedang / tinggi 200gr
- susu bubuk 27gr
- kuning telur 1 butir
- garam seperempat sdt
- margarin / butter 20gr

Isian: pisang dan meises

Cara buat :
- campur air, ragi, dan gula 1 sdt, aduk, tutup, dan diamkan 10 menit, sisihkan.
- campur terigu, susu bubuk, dan sisa gula, aduk rata.
- Masukkan kuning telur dan air ragi aduk menggunakan sendok hingga tercampur rata
- masukkan garam dan margarin, aduk lagi menggunakan sendok hingga adonan tidak lengket di wadah
- tutup dan diamkan 45 menit atau hingga mengembang 2x lipat
- uleni adonan sebentar dan bagi jadi 8 bagian, bentuk bulat lalu istirahatkan 10 menit. Balur tangan dengan minyak supaya gak lengket
- gilas adonan, beri isian meises dan pisang, lalu tutup rapat.
- diamkan 30 menit
- oven suhu 170-180 celcius api atas bawah 10 menit atau hingga matang.
- Setelah matang oles dengan butter atau margarin

Note: bisa juga di panggang di teflon, panggang selama 4 menit tiap sisi atau hingga kecoklatan, gunakan api paling kecil.

⁣Semoga bermanfaat 😍




*KERING TEMPE* Bahan-bahan :300gr tempe, potonhg spt korek api4siung bawang merah,iris2siung bawang putih iris3bh cabe m...
21/09/2024

*KERING TEMPE*



Bahan-bahan :
300gr tempe, potonhg spt korek api
4siung bawang merah,iris
2siung bawang putih iris
3bh cabe merah keriting, potong serong
3lembar daun jeruk, buang tulangnya
2lembar daun salam
1sdm gula merah
1sdt gula pasir
1sdt kecap manis
1sdt air asam jawa (airnya saja)
Garam scukupnya
Air secukupnya
Minyak untuk menggoreng dan menumis

Caranya :
Potong2 tempe seperti ukuran korek api, lalu goreng sampai garing namun tidak gosong. Tiriskan.
Tumis bawang merah dan bawang putih sampai menguning lalu masukkan cabe iris tumis lagi. Kemudian masukkan daun daun, gula merah gula pasir, kecap, air asam jawa dan air sedikit saja untuk mencairkan gula merah dan beri garam. Terakhir masukkan tempe yg sudah digoreng, aduk rata masak sampai air surut dan bumbu meresap. Siap disajikan
Selamat mencoba👨‍🍳





Ratusan PKL (pedagang kaki lima) dipuncak bogor digusur karena tidak ada izin,warga net menyebut warung tersrbut memasan...
29/06/2024

Ratusan PKL (pedagang kaki lima) dipuncak bogor digusur karena tidak ada izin,warga net menyebut warung tersrbut memasang harga mahal

PKL atau kios-kios di jalur puncak, Bogor mendapatkan perlawanan, sebab seorang anggota satpol PP di kabupaten Bogor terluka, pembongkaran tersebut dilakukan sejak Senin (24/6) lalu, dimana sejumlah pedagang protes tidak terima hingga melakukan aksi dengan bakar sampah di tengah jalan sehingga membuat kemacetan bagi kendaraan.

"Di situ si pemiliknya tidak terima, kita mau ngeruk puingnya tidak terima, akhirnya yang ngarahin backhoe PUPR disundul pakai kepala orang itu," ucapnya.

Sejumlah bangunan digusur sebab tanpa ada izin, bangunan tersebut terlihat tampak seperti warung makanan dan tongkrongan di sepanjang jalan puncak Bogor, bahkan warung makanan dan minuman di kawasan puncak Bogor sebagian besar dianggap sangat mahal.

Tentang pembongkaran dan penggusuran, warung PKL itu mendapatka banyak tanggapan komentar dari netizen, sebagian besar netizen mendukung tindakan itu, bahkan netizen juga menyebut bahwa itu merupakan azab kerena memasang harga yang sangat tinggi.

Banyak warganet berkomentar tentang warung puncak Bogor itu "mau sedih tapi inget Indomie sama teh anget harganya 70 ribu", tulis warganet, bahkan banyak warganet yang menyetujui akan penggusuran tersebut.




Salam menjelang hari terang semoga sll di beri kelancaran
01/04/2024

Salam menjelang hari terang semoga sll di beri kelancaran



Address

Cikupa

Telephone

081357268887

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tryas mode posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share