03/05/2016
Benarkah Dajjal Berusia 4.000 Tahun?
Kuda community
Konon, sebelum sampai di Pulau Bermuda
atau tinggal di daerah Segitiga Bermuda ini,
dajjal dahulunya tinggal di sebuah pulau di
laut Yaman. Awalnya, ia lahir di sebuah
keluarga penyembah berhala di zaman
setelah Sam bin Nuh. Ia dilahirkan di daerah
sekitar Palestina di dekat daerah S***m dan
Gomorah (umat kaum Luth) dalam keadaan
cacat di matanya.
Sejak kecil, si anak (dajjal) ini s**a
menyusahkan orang tuanya. Tidur selama
sekitar empat tahun lamanya dan tidak bisa
berjalan. Suatu hari, di tengah lelapnya
tidur, si anak terbangun dan mendatangi
berhala sesembahan kedua orang tuanya
dan tidur lagi di pangkuan berhala itu. Saat
itulah orang tuanya mengumumkan kalau
anaknya itu merupakan anak Tuhan.
Orang-orang yang sebelumnya mendengar
bahwa anaknya itu tidak bisa berjalan,
spontan menertawakan dan mencemoohnya.
Sebagian lainnya, ada yang mengambil air
berkah.
Oleh banyak orang, si orang tua di laporkan
ke hakim dan diputuskan keduanya harus
berpisah dengan anaknya. Anaknya ditahan
di pengadilan atau istana sedangkan orang
tua di bagian lain penjara. Namun, saat
terjadi azab kepada penduduk S***m dan
Gomorah, anak ini diselamatkan oleh
Malaikat Jibril ke sebuah pulau yang tidak
berpenghuni di laut Yaman. Jarak laut Yaman
ini membutuhkan perjalanan yang sangat
lama dan jika ingin ke pulau tersebut harus
melewati terjangan ombak dahsyat. Jika tak
hati-hati maka akan tenggelam. Selama di
pulau itu, Jibril menugaskan seekor binatang
yang badannya dipenuhi bulu lebat untuk
merawat dan membantu si manusia cacat
itu.
Singkat cerita, ketika sudah semakin besar, ia
memutuskan keluar dari pulau itu dan
mengembara ke mana saja. Sampai suatu
ketika ia bertemu dengan Ibrahim, Musa,
dan Nabi Isa.
Dalam pertemuannya dengan Nabi Musa, ia
awalnya menjadi pengikutnya. Namun, di
balik pertemuan itu ia memiliki maksud
jahat. Karena kekagumannya pada Musa, ia
menggunakan nama Musa. Namun, untuk
membedakan ia dengan Musa dari Mesir
(Nabi Musa--Red), maka ia memakai nama
Musa Samiri alias Musa dari Samirah,
tempat lahirnya sewaktu masih di Palestina.
Karena perbuatannya mengajak Bani Israil
membuat patung anak lembu maka Musa AS
lalu mengusir Samiri. (Lihat QS Thaha [20]:
97). Ke mana perginya Samiri (dajjal) ini
setelah diusir Musa, tidak ada keterangan
lanjutan.
Muhammad Isa Daud menyebutkan, sejak
diusir itu, Samiri mengembara lagi ke
berbagai tempat. Ia terus belajar mengenai
sikap umat manusia dan mencari celah untuk
menjerumuskannya.
Dan beberapa saat sebelum kelahiran
Rasulullah SAW, dajjal kembali ke pulau
tempat ia dibesarkan oleh seekor makhluk
berbulu tebal tersebut. Saat mendarat itulah,
oleh makhluk tersebut, dajjal disuruh
berjalan ke bagian dalam gua. Saat
membelakangi dinding gua itulah, dajjal
kemudian terpasung. Makhluk tersebut
menyatakan, ikatan itu hanya akan bisa
lepas, saat waktunya telah tiba. Dalam
penuturan Isa Daud, dajjal terpasung selama
lebih kurang 63 tahun. Sama dengan usia
Rasulullah SAW.
Setelah bebas, dajjal kembali mengembara.
Puncaknya, ia pergi ke Segitiga Bermuda dan
akhirnya bertemu dengan setan. Ia sangat
diagungkan oleh setan dan keduanya
membuat perjanjian bersama untuk
menghancurkan umat manusia dan
memalingkannya dari menyembah Allah
SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan keterangan Muhammad Isa
Daud, hingga hari ini dajjal masih hidup.
Kendati usianya sudah lebih dari 4.000
tahun, tetapi fisiknya masih tetap muda dan
tak ada yang bisa menandingi kekuatannya
hingga turunnya Isa Al-Masih, putra
Maryam, yang akan membunuhnya. Usianya
itu bila dikonversikan dengan Nabi Ibrahim
AS, sebagaimana pendapat Sami bin
Abdullah Al-Maghluts, bahwa Nabi Ibrahim
hidup pada tahun 1997-1822 SM.
Panjangnya usia dajjal ini, karena ia
merupakan satu dari tiga orang yang
muntazhar (ditangguhkan) atau
dipanjangkan umurnya, yakni setan, Nabi Isa
AS, dan dajjal. Dan hanya Nabi Isa AS yang
mampu mengalahkan dan membunuh dajjal.
Wa Allahu A'lam.