Aeromodelling 29 jakarta

Aeromodelling 29 jakarta Visi:" Menjadikan organisasi Aeromodelling 29 Jakarta berprestasi dan berorientasi berjiwa kewirausahaan". Ketua Aeromodelling saat ini adalah Charles Rory

Olahraga Aeromodelling merupakan olahraga Dirgantara yang tumbuh bersama-sama dengan
dunia penerbangan baik sipil maupun militer. Di Indonesia pertama kali timbul di lingkungan TNI
- AU melalui Kepanduan Pramuka Dirgantara. Kegiatan pembuatan pesawat model ini dimulai sejak tahun 1946 bersamaan dengan
dirintisnya pembuatan pesawat layang pertama di Yogyakarta ( Aeromodeller dan Pandu Udara
) dan b

erkembang ke kota-kota besar, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Surakarta. Untuk menampung peminat yang makin banyak maka AURI ( TNI AU ) memberikan wadah
"BIRO AERO CLUB" yang dibina oleh Kapten G. Reuneker, dan untuk pertama
kalinya diadakan perlombaan pada tanggal 27 Januari 1952 di Pangkalan Udara Cililitan / Halim
Perdanakusuma Jakarta yang diikuti Club-Club Aeromodelling kota-kota di Jawa, Sumatera,
Kalimantan. Pada 9 April 1953 Biro Aero Club membuka kursus Aeromodelling di Jakarta yang mendapat
perhatian besar dari masyarakat. Menyusul perlombaan selanjutnya pada tanggal 17 Mei 1954,
yang diikuti oleh Aero Club Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Makasar,
Ambon dan perlombaan ini dilaksanakan setiap tahun. Juni 1954 untuk pertama kalinya diadakan perkemahan Pandu Udara di Pangkalan Udara
Halim Perdanakusuma yang dihadiri oleh 80 Pandu Udara dari seluruh Indonesia. Di dalam
perkemahan ini dilaksanakan perlombaan kedirgantaraan. Perlombaan ini merupakan
percobaan jajak pendapat untuk melihat animo masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk
mendidik pelatih-pelatih khusus hingga pada tahun 1955 telah tercatat 35.000 anggota Pandu
Udara di seluruh Indonesia. Kegiatan Aero Club mulai nampak dengan berdirinya Aero Club di kota-kota besar antara lain :
Aviantara di Bandung, Jakarta Aero Club di Jakarta, Pemudara dan Yan Debrito di Yogyakarta,
Surakarta Aero Club di Surakarta, Malang Aero Club di Malang. Perlombaan tahun 1957, bagi pemenang / juara perlombaan dipilih untuk dikirim ke Yugoslavia
mengikuti pendidikan Terbang Layang.Tahun 1960 TNI AU bekerja sama dengan Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan ( P&K ) menyelenggarakan pendidikan Kursus Aeromodelling dan
Peroketan (K.A.P) bertempat di Wing Pendidikan 04 Lanud Adi Sumarno. Pendidikan K.A.P ini diikuti oleh siswa-siswa daerah, baik anggota TNI, Sipil TNI, Guru
maupun Pramuka. K.A.P berjalan sampai beberapa periode. Dari hasil pendidikan K.A.P
tumbuh masukan-masukan / usul-usul daerah untuk menghimpun perkumpulan-perkumpulan /club-club Aeromodelling dalam satu organisasi. Dari masukan-masukan / usulan-usulan, Letnan Suhartono ( Kepala Kursus Aeromodelling dan
Peroketan ) memprakarsai untuk mengadakan pertemuan membahas organisasi
Aeromodelling. Tahun 1962 di Hotel Merdeka Solo terlaksana diselenggarakan Rapat Rencana Pembentukan
Organisasi Aeromodelling, yang dipimpin oleh Letnan Suhartono. Dari hasil rapat disepakati terbentuknya Organisasi Aeromodelling dengan nama Federasi
Aeromodelling Seluruh Indonesia disingkat FASI, yang kemudian nama FASI dijadikan nama
dari induk seluruh cabang olahraga dirgantara di Indonesia. Sebagai pusat Organisasi adalah
kota Solo di Skadik 011 Wing pendidikan 04, khususnya dalam mengembangkan olahraga
dirgantara dikalangan Pramuka. Pada tahun 1966 telah diadakan kerjasama antara kwartir nasional Gerakan Pramuka dengan
kepala staf TNI Angkatan Udara, dengan membentuk satuan karya Dirgantara / Kompi-Kompi
Pramuka Angkasa dengan menyelenggarakan pendidikan diantaranya Aeromodelling. Dalam
upacara pembukaannya ditandai dengan demonstrasi Aeromodelling, Terbang Layang, Terjun
Payung, Pesawat Bermotor serta peluncuran Roket yang diselenggarakan di Pulo Mas dengan
Inspektur Upacara Bung Karno. Untuk tinggal landas digunakan jalan By Pass sebagai landasan pesawat terbang layang
dengan pesawat penarik AUSTER dan di Senayan Jakarta. Tanggal 10 s/d 20 November 1968
diselenggarakan Loka Karya Nasional Pramuka dengan ANUDIRGA ( Andalan Nasionala
Urusan Dirgantara ) Bapak Kardono di Jakarta ( Halim Perdanakusuma ). Olahraga Aeromodelling ini dilombakan baik tingkat nasional, regional maupun internasional. Sejak tahun 1978 olahraga ini sebagai cabang yang dilombakan ekshibisi di PON ( Pekan
Olahraga Nasional ) sampai PON XI 1981. Namun pada PON XII tahun 1989 cabang olahraga
Aeromodelling tidak lagi diperlombakan / dipertandingkan. Kemudian pada tahun 2000 mulai
lagi dilombakan dalam PON XV di Jawa Timur. Selain melaksanakan / mengikuti lomba
Aeromodelling juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan PB FASI seperti Jambore Aero
Sport, Safari FASI dan lainnya. Klasifikasi Pesawat Model Menurut FAI
1. Kelas F1 (Free Flight) :
• F1A (Glider A2)
• F1B (Rubber Power)
• F1C
• F1D
• F1E
• F1F
• F1G
• F1H (Glider A1)
• Chuck Glider/OHLG (On Hand Launched Glider)
2. Kelas F2 (Control Line) :
• F2A (CL Speed)
• F2B (CL Aerobatic)
• F2C (CL Team Race)
• F2D (CL Combat)
3. Kelas F3 (Radio Control) :
• F-3 A ( RC Aerobatic )
• F-3 B ( RC Soaring Glider )
• F-3 C ( RC Helicopter )
• F-3 D ( Pylon Racing )
• F-3 E ( RC Electric Power )
• F-3 F ( RC Slope Soaring )
• F-3 G ( RC Power Glider )
4. Kelas F4 (Scale Model) :
• F-4 A ( Free Flight Scale )
• F-4 B ( CL Flying Scale )
• F-4 C ( RC Flying Scale )
5. Kelas F5 (Electric Model) :
• F-5 A ( Electric RC Aerobatic)
• F-5 B ( Electric RC Glider )
• F-5 C ( Electric RC Heli )
• F-5 D ( Electric RC Pylon )

Address

Jalan Profesor Joko Sutono SH No. 1, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
12170

Telephone

+6281316999256

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aeromodelling 29 jakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Aeromodelling 29 jakarta:

Share