02/10/2025
Sungguh mengerikan dan tidak banyak yang tahu bahwa jutaan hektar lahan hutan di Papua sudah dijual kepada pemodal asing.
Menjual konsesi hutan = merusak hutan = melecehkan leluhur dan entitas budaya di kawasan hutan tersebut.
📝
Kami berharap kepada pemerintah untuk membatalkan konsesi pengelolaan hutan di Papua yang telah dijual/ diberikan kepada siapapun yang akan berdampak pada kerusakan ekosistem hutan di Papua.
Ini konsesi sawit terbesar di Papua dan nama pemiliknya.
Sekitar 60 km dari Sorong ada 4 konsesi sawit milik keluarga Fangiono. yaitu PT Inti Kebun Sawit seluas 13 ribu hektar, PT Inti Kebun Sejahtera, dan PT Papua Agri Mandiri yang masih berupa hutan.
Ini konsesi PT Henrison Inti Persada, yg dimiliki Jimmy Widjaja. Pada 2017, PT Henrison diprotes karena membuka hutan primer tanpa dialog dengan masyarakat adat Moi.
Ada dua konsesi di bawah grup Indonusa milik Rosna Tjuatja,
Ada 4 konsesi, milik PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, yang didirikan oleh keluarga Tahija tapi baru saja dijual kepada First Resources milik pengusaha Ciliandra Fangiono
Selanjutnya ada PT Subur Karunia Raya, seluas 38 ribu hektar, yang berafiliasi dengan Salim Group dan IndoGunta
Di Distrik Fakfak ada PT Rimbun Sawit Papua, yang juga berafiliasi dengan Salim/IndoGunta.
Dan di Teluk Bintuni, ada PT Varita Majutama, yang dimiliki Grup Genting dari Malaysia.
Semantara itu, di Papua Selatan, ada PT Dongin Prabhawa, milik Seung Eun-ho, dan putranya Robert Seung. Mereka juga pemilik dari PT Berkat Cipta Abadi, dan PT Tunas Sawa Erma.
Di Sebelah PT Tunas, ada proyek sawit besar yaitu proyek Tanah Merah, yg dulu punya Chairul Anhar. Lalu bagian lahan dijual ke investor asal UAE, dan bagian ke perusahaan Malaysia, yg kemarin sempat viral. Izin ini telah terseret Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo yg dipenjara pada 2010 karena korupsi.
Lalu ada PT Bio Inti Agrindo, milik POSCO, perusahaan asal Korea.
Dan PT Internusa Jaya Sejahtera milik Rosna Tjuatja.
Selanjutnya ada PT Agriprima Cipta Persada, sebelumnya bagian dari Gama group dan sekarang dimiliki oleh Fullest Holdings Limited perusahaan yang terdaftar di British Virgin Islands.
Terakhir, ada konsesi PT Hardaya Sawit Papua Plantation yang dimiliki Siti Hardaya, tapi sepertinya belum ditanami sawit disana.
🙏