05/06/2026
[OPINI KADER: PANCASILA TIDAK PERNAH DILAHIRKAN SEBAGAI IDEOLOGI]
Merdeka!
B**g Karno menggali Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa, sebagai fondasi yang mampu mempersatukan berbagai aliran pemikiran yang hidup dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Namun dalam perjalanan sejarah, terutama pada masa Orde Baru, Pancasila mengalami proses ideologisasi yang menjadikannya alat legitimasi kekuasaan dan ukuran tunggal nasionalisme. Akibatnya, ruang dialog yang seharusnya terbuka justru dipenuhi klaim tentang siapa yang paling Pancasilais.
Persoalan yang kita hadapi hari ini bukanlah memilih antara Pancasila atau Marhaenisme. Persoalannya adalah apakah kita masih berani memperjuangkan cita-cita yang terkandung di dalam keduanya: keadilan sosial, kemerdekaan manusia, dan kesejahteraan rakyat.
Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan di ruang kelas, slogan di mimbar kekuasaan, atau simbol yang kehilangan makna. Pancasila harus hadir sebagai pedoman dalam menjawab persoalan rakyat, melawan ketimpangan sosial, dan mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih adil.
Sebab pada akhirnya, Pancasila bukan doktrin untuk dihafal, melainkan cita-cita untuk diwujudkan.
Merdeka!
——————————
Raihan Anandana
Wakil Ketua Bidang Politik
DPC GMNI Balikpapan Periode 2026–2028