24/11/2021
PUTRIE PAHANG (PUTROE PHANG)
KAMALIAH (JAMILAH) BINTI SULTAN
PAHANG. (1590 - 1619).
--------------------------------
Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil'adhim Astagfirullah.
PADA ABAD KE-17 KESULTANAN ACEH DARUSSALAM DIBAWAH PIMPINAN SULTAN ISKANDAR MUDA MENGALAMI MASA KE-EMASAN KERAJAAN ATJEH.
ATJEH TERMASUK SALAH SATU NANGGROE SUPER POWER, KEKUATAN ADI DAYA DI DUNIA KHUSUSNYA DI KAWASAN SELATAN MALAKA.
YANG MELIPUTI :
TANAH MELAYU (MALAYSIA) & ATJEH DALAM SATU BENDERA DAN UNDANG2 TATANAN NEGARA DALAM BINGKAI NANGGROE ATJEH DARUSSALAM.
***
Dalam bulan Juli 1613, Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam, Raja Aceh yang masyhur gagah perkasanya itu, telah menghantar suatu angkatan perang laut yang besar datang menyerang dan mengalahkan Negeri Johor, Batu Sawar dan Kota Seberang.
Bandar-bandar utama di Negeri Johor masa itu telah diduduki oleh orang-orang Aceh.
ISKANDAR MUDA SENDIRI MENGKEPALAKAN ANGKATAN PERANG ACEH YANG MENYERANG NEGERI JOHN ITU.
Sultan Alauddin Riayat Syah III, adinda baginda Raja Abdullah serta Bendahara (Perdana Menteri) Johor Tun Sri Lanang dan beberapa ramai pengiring-pengiring Sultan Johor telah ditawan dan dibawa ke Negeri Aceh.
Setelah beberapa tahun di Aceh, Sultan Alauddin Riayat Syah III berjanji tidak akan lagi membantu Portugis yang telah menduduki Malaka, maka Sultan Iskandar Muda membebaskan Sultan Alauddin dan diantar kembali serta ditabalkan kembali sebagai Sultan Johor.
Akan tetapi ternyata Sultan Alauddin Riayatsyah III ternyata berkhianat dan bekerjasama dengan Portugis untuk memperluas jajahan mereka di Semenanjung Melayu.
Alauddin membantu Portugis untuk mengangkat Raja Bujang menjadi Raja Pahang. Raja Bujang sebelumnya adalah seorang pangeran Pahang yang telah bersumpah setia kepada Portugis.
MAKA, SEPTEMBER 1615.
Sultan Iskandar Muda menyerang Johor kembali dengan angkatan perang yang besar, Sultan Alauddin ditangkap dan dibawa (lagi) ke Aceh sampai meninggal.
“Oleh sebab orang Portugis telah menolong Sultan Johor menaikkan Raja Bujang menduduki Kerajaan Negeri Pahang, pada tahun 1617 Sultan Aceh telah mengeluarkan Angkatan Perang Aceh menyerang Negeri Pahang dan laskar-laskar Aceh yang datang itu telah membinasakan daerah di Negeri Pahang.
Raja Bujang melarikan diri, sementara ayah mertuanya,
Raja Ahmad, dan putranya yang bermana Raja Mughal serta 10.000 rakyat negeri Pahang ditawan ditahan dan dibawa ke Negeri Aceh.
SEORANG PUTRI DARI KELUARGA DIRAJA PAHANG, YANG BERNAMA PUTRI KAMALIAH, JUGA TURUT DIBAWA KE ACEH, YANG KEMUDIAN DI-PERISTRI OLEH SULTAN ISKANDAR MUDA MEU KUTA ALAM, DAN PUTRI PAHANG ITU TERMAYHUR DALAM SEJARAH ACEH KARENA KE- BIJAKSANANYA DAN DISEBUT OLEH ORANG-ORANG ACEH PUTROE PHANG.
***
DI BALIK KESUKSESAN SEORANG LAKI-LAKI, PASTI ADA SEORANG WANITA YANG TERSEMBUNYI DIBALIK TABIR.
Bagi Sultan Iskandar Muda, perempuan di balik tabir itu adalah permaisurinya yang bernama Puteri Pahang atau
lebih dikenal dengan sebutan "PUTROE PHANG" YANG BERNAMA "KAMALIAH".
Perkenalan Sultan Iskandar dengan Puteri Pahang ini berawal ketika Atjeh Darussalam berhasil menaklukkan Pahang dari kekuasaan Portugis.
TENGKU KAMALIAH ADALAH, SEORANG PUTRI YANG BERASAL DARI KESULTANAN PAHANG,(MALAYSIA) YANG MENJADIKAN SEBAGAI PERMAISURI SULTAN ISKANDAR MUDA, DARI KESULTANAN ACEH DARUSSALAM, YANG KEMUDIAN DI ACEH DIKENAL DENGAN SEBUTAN "PUTROE PHANG.
SETELAH PUTRI SENDI RATNA ISTANA SEBAGAI PERMAISURI MENINGGAL DUNIA, MAKA AKHIRNYA SULTAN ISKANDAR MUDA MEMPERSUNTINGKAN PUTRI JELITA DARI KELUARGA DIRAJA PAHANG.
Bersamaan dengan itu, keluarga istana Pahang bersama sekitar 10.000 penduduknya bermigrasi ke tanah "DARUSSALAM KUTA RAJA" untuk memperkuat askar Sultan Iskandar Muda melawan bala tentara Portugis yang menyebar di seluruh tanah Malaka (Malaysia) yg hendak menyerang Kesultanan Aceh.
SULTAN ISKANDAR MUDA,
RUPANYA TERTARIK DENGAN SEORANG PUTERI DARI PAHANG YANG BERNAMA "PUTERI KAMALIAH.
Puteri Kamaliah kemudian dinikahi Sultan Iskandar Muda dan diangkat menjadi permaisurinya.
Karena Puteri Kamaliah berasal dari Pahang, rakyat Aceh memanggilnya dengan "PUTROE PHANG.
NAMA ASEULI" PUTROE PAHANG" ADALAH PUTERI
"JAMILAH" ada yang menyebut “KAMALIAH” yang juga terkenal dengan nama PUTROE PHANG.
SIMBOL CINTA SULTAN.
sebagai Bukti cinta Sultan Iskandar Muda terhadap Putroe Phang adalah "BANGUNAN GUNONGAN, ATAU DISEBUT TAMAN PUTROE PHANG".
Yang berada di Taman Tuanku Permaisyuri Putri Pahang.
BANGUNAN TERSEBUT DIBANGUN UNTUK MEMBUKTIKAN CINTANYA KEPADA PUTROE PAHANG.
PERKAWINAN SULTAN ISKANDAR MUDA DENGAN PUTERI KAMALIAH DIANUGERAHI SEORANG PUTERI YANG BERNAMA
"PUTERI SARI ALAM" YANG MENIKAH DENGAN "SULTAN ISKANDAR TSANI.
Sultan Iskandar Tsani Alauddin Mughayat Syah Ibni Almarhum Sultan Ahmad Syah II atau nama sebenarnya" RAJA HUSEIN" adalah Sultan Aceh ke-13.
Baginda merupakan anak kandung Sultan Pahang dan setelah suaminya itu meninggal. Puteri Sari Alam naik tahta menjadi Sultanah dengan gelar Sultanah Tajul Alam Safiatuddin.
"PUTERI KAMALIAH" Terkenal karena cerdas dan bijaksana dalam memutuskan persoalan yang dihadapi masyarakat Atjeh Darussalam serta Tanah Melayu (Malaysia).
AL-KISAH
Pada suatu hari,
terdapat kasus pembagian harta waris dengan dua ahli waris yakni seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.
Adapun harta yang menjadi objek pembagian adalah berupa sawah dan rumah. Diputuskan bahwa anak perempuan mendapatkan sawah sedangkan anak laki-lakinya mendapat rumah.
Anak perempuan tersebut tidak menerima keputusan tersebut dan melakukan banding. Mendengar Keputusan tersebut, "PUTROE PHANG" langsung meresponnya dan membela perempuan tersebut dengan argumen bahwa wanita tidak mempunyai rumah dan tidak dapat tinggal di meunasah (mushalla) sedangkan anak laki-laki dapat tinggal di mushalla.
Oleh Sebab itu....!
yang layak menerima rumah adalah wanita sedangkan yang layak menerima sawah adalah anak laki-laki.
Argumen "PUTROE PHANG"
Yang kemudian disetujui oleh Sultan Iskandar Muda.
Maka Sejak saat itu....!
Puteri Kamaliah yang lebih dikenal oleh masyarakat Melayu sebagai Putroe Phang itu menjadi rujukan dalam penyelesaian masalah hukum.
Kerja sama Sultan Iskandar Muda yang gagah, berani, dan adil dengan Permaisuri tercinta Putri Pahang yang bijaksana dan selalu membela rakyat yang lemah terutama wanita dan kaum papah mengantarkan kejayaan Melayu menuju masa keemasan.
Di samping itu......!
"PERMAISURI PUTROE PHANG" Merupakan Memiliki pemikiran yang "BIJAKSANA" Dan berkontribusi bagi pembangunan yang merata di suluruh wilayahnya, terdapat p**a beberapa lembaga pemerintahan. Secara struktural.
Sultan Iskandar Muda merupakan pemimpin eksekutif tertinggi yang dibantu beberapa pejabat tinggi. Mereka adalah :
1. QADHI MALIKUL ADIL,
dengan empat orang m***i di bawahnya,
2. Menteri Dirham (keuangan),
3. Baitul Mal yang dibawahnya ada Balai Furdhan (bea cukai).
Di samping lembaga eksekutif terdapat p**a lembaga musyawarah yang terdiri atas :
1. BALAIRUNG SARI,
terdiri atas empat anggota hulubalang
2. BALAI GADING,
terdiri atas 22 ULAMA
3. Balai Majelis Mahkamah Rakyat (Parlemen), terdiri atas 73 anggota yang mewakili setiap mukim (73 daerah wilayah).
Balai Sari dan Balai Gading masih merupakan Masih lembaga eksekutif, sedangkan Balai Majelis Mahkamah Rakyat masuk dalam rumpun lembaga legislatif.
Lembaga-lembaga ini secara resmi dibentuk pada tanggal 12 Rabiul Awal 1042 (1633) dan ditulis dalam suatu undang-undang yang disebut dengan :
"QANUN AL-ASYI DARUSSALAM"
PUTROE PHANG, SANGAT BERPENGARUH DALAM PEMERINTAHAN ATJEH, DAN PENYUSUNAN UNDANG-UNDANG KERAJAAN SAMPAI-SAMPAI
LAHIRLAH WADAH :
ADAT BAK POE TEMEUREUHOM
Adat dari Mahkota Alam
HUKUM BAK SYIAH KUALA
Hukum daripada Syeh Syiah Kuala (Seorang 'ulama besar Melayu)
(M***I KERAJAAN ACEH)
QANUN BAK PUTROE PHANG
Qanun pada Puteri Pahang
REUSAM BAK BENTAR (Hulubalang)
Kebiasaan masyarakat yg disepakati bersama2 dengan hulubalang pada wilayah masing2.
SETELAH SEKIAN LAMA MENDAMPINGI SULTAN ISKANDAR MUDA DAN MEMBELA RAKYAT-NYA, MAKA "PUTROE PHANG" BERPULANG KERAHMATULLAH
KETIKA PUTRI PAHANG MANGKAT, (MENINGGAL DUNIA) upacaranya dilakukan dengan megah dan khidmat.
Kain jendela dan tirai Istana Keraton "DARUD DONYA" diganti dengan kain warna hitam. Upacara pelepasan dilaksanakan dengan khidmat seperti Yang Tercatat sejarah :
“Ketika jenazah diturunkan dari Istana, Sultan Iskandar Muda turun di depan, didampingi dua bentara Kesultanan yang berpakaian serba hitam berselempang merah.
Yang di sebelah kanan memegang pedang terhunus bersandar di bahu kanannya dan yang disebelah kirinya memegang payung hitam terbuka yang disebut PAYOONG PANYANG-GO'.
Di Mideuen (halaman istana) telah siap segenap barisan dan setelah berhenti sejenak tampil ke muka bentara Keujruen Tandil Kesultanan Darud Dunia
(Tandil Mujahid Chik Seri Dewa Purba) untuk mengucap berita duka dan memohon doa selamat kepada Allah SWT serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Keranda jenazah yang berhias serba indah dengan hiasan keemasan dan permata diletakkan di atas tandu keemasan yang berbentuk segitiga.
Masing-masing ujung segitiga dipikul oleh tiga pembesar dan tiga dewan negara, yaitu :
dewan Mong-mong Panglima Angkatan Laut, Dan Angkatan Darat.
Didepan sekali berdiri Ketua Dewan M***i empat (Khuja Madinah) yang lebih terkenal dengan KHUJA PAKEH yang berpakaian serba putih
(sorban dan jubah) dengan tongkat di tangan kanannya.
Di belakangnya diikuti dua pembesar negara Perdana Menteri Seri Ratna Bijaya Sang Raja Meukuta Dilamcaya yang bernama Orang Kaya Seri Maharaja Laila dan Qadli Malikul Adil, keduanya memegang jambangan air mawar yang dibuat dari emas berhias permata.
Di belakang mereka,
dua orang Bentara yang membawa jambangan teurapan-geutanggi yang mengeluarkan asap dari pembakaran ramuan-ramuan setanggi yang harum semerbak baunya.
Di sebelah kanan keranda
(peti jenazah) berdiri Laksamana Meurah Ganti yang berpakaian serba hitam, berselimpang merah serta pedang yang terhunus bersandar di bahunya.
Di sebelah kiri berdiri Bentara Tandil (Datuk Bendahara Muhammad Tun Sari Lanang) yang mengembangkan payung kuning keemasan yang berumbai mutiara ke atas keranda dan beliau juga berpakaian hitam dan teungkulook leumbayung di kepalanya, serta berselempang merah.
Di bagian belakang jenazah
(diantara dua cabang tandu) berdiri Seri Sultan Iskandar Muda yang diikuti di belakangnya sebelah kanan oleh Putera Mahkota (PUTROE CUT) dan di belakang sebelah kiri adalah menantu beliau, Pangeran Husain Mughayat Syah bin Sultan Ahmad Perak anak dari Sultan Perak Tanah Melayu (Malaysia).
Di belakangnya barulah barisan menteri-menteri dan raja-raja serta iringan yang berjumlah ratusan mengikuti di belakang mereka.
Setelah selesai ucapan berita duka barisan bergerak menuju
MASJID RAYA BAITURRAHMAN
dan setelah selesai upacara shalat jenazah, JENAZAH KEMBALI
KE ISTANA DARUD DONYA,
DAN TERUS MENUJU PADA PEMAKAMAN PARA SULTAN.
Keranda jenazah dibawa masuk ke dalam makam lalu dilaksanakan upacara pemakaman.
Yang turun ke dalam liang lahat adalah Laksamana Meurah Ganti dan Datuk Bendahara Muhammad Tun Seri Lanang
(Bentara Tandil Samalanga).
JENAZAH PUTROE PAHANG,
Dalam keranda ditutup lalu di timbun dengan tanah sebagaimana biasa dan acara pemakaman pada umumnya
UMMAT MUSLIM.
SEMOGA ALLAH CUCURKAN
RAHMAD-NYA PADA BELIAU.
Aamiiin Aamiiin Aamiiin.