Nabila-Zahira

Nabila-Zahira Nabila-Zahira perdagangan umum, seluler dan aksessoris

(168)Sombongnya Iblis, " Aku jauh lebih baik dari dia"Bermula dari perintah Allah Ta'ala agar Iblis sujud kepada Adam. I...
18/12/2022

(168)

Sombongnya Iblis, " Aku jauh lebih baik dari dia"

Bermula dari perintah Allah Ta'ala agar Iblis sujud kepada Adam. Iblis menolak. Ia menentang. Ia tidak bisa menerima.

Dengan sombongnya, Iblis pongah berkata :

أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

"Saya jauh lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah" ( QS Al A'raf : 12 )

Sejak saat itulah, permusuhan dikibarkan, kebencian dikobarkan, dan perlawanan dikabarkan; antara Iblis dengan Adam beserta anak-anak keturunannya.

Sesat jalan bersumber dari perasaan dan pernyataan, " Saya jauh lebih baik darinya ".

Di Mekkah, menyaksikan langsung para jamaah umroh yang menyelenggarakan ibadah thawaf dan sa'i, membuat kita takjub dan terkagum-kagum.

Banyaknya orang, dari berbagai negara datang, bahasa yang berbeda-beda, kulit yang berwarna-warna, dari berbagai tingkatan dan strata, sulit ditandai siapa miskin siapa kaya; mereka bersama-sama beribadah dan tidak terlihat rasa, " Saya jauh lebih baik darinya".

Andaikan, sepulang umroh tidak ada oleh-oleh berujud barang, ia pulang membawa satu kesadaran bahwa; tidak boleh ia berkawan dengan ujub, itu sudah lebih dari sangat cukup.

Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang ujub, " Saat engkau menganggap dirimu memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain ", jawabnya. (Tadzkiratul Huffazh 1/278)

Ujub adalah penyakit kronis. Berat. Akut juga. Daya rusaknya bisa luas. Efek buruknya menakutkan. Jika dikupas lapis demi lapis, sifat ujub menyimpan banyak hal yang mengerikan.

Dalam pergaulan, orang yang ujub akan dijauhi. Dibenci. Kalau ia datang, orang memilih pergi. Kalau ingin bertemu, orang berusaha menghindari. Kalaupun sempat ada yang dekat, akhir-akhirnya juga meninggalkan.

Orang yang ujub tidak bisa menutupi sifat ujubnya. Kata-kata yang dipilih, kalimat yang dipakai, sikap yang diperlihatkan, akan memantulkan ujubnya. Walau ditutup-tutupi, meski bertopeng, biarpun ia bersandiwara, sifat ujub pasti tersingkap.

Sebab, jelas ia berprinsip - walau tak terucap - :

أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ

Pokoknya, saya lah yang terbaik!

Orang yang ujub tak bisa mengakui kekurangannya. Ia tak dapat menerima kenyataan bila ada cacat pada dirinya. Orang lain lah yang salah melihat, keliru mendengar, dan tak benar menilai. Bukannya wajah yang buruk, cermin lah yang salah hingga mesti dibelah.

Untuk meraih kemuliaan, agar memperoleh derajat tinggi, bukan dengan cara merendahkan yang lain. Bukan juga dengan menjatuhkan.

Ibnul Haaj, ulama negeri Fes Maroko (wafat tahun 737 H), menulis dalam Al Madkhal (2/122), " Siapa yang ingin derajat tinggi, rendahkanlah dirinya karena Allah Ta'ala. Sungguh, kemuliaan itu tidaklah dicapai melainkan sesuai kadar dirinya merendah"

" Coba perhatikanlah air yang turun meresap hingga ke akar pohon, bukankah akhirnya naik juga hingga bagian pohon yang paling tinggi? ", lanjut beliau.

Sangat tepat analogi beliau!

Intinya adalah selalu koreksi diri. Evaluasi niat. Apa sebenarnya tujuan yang ingin ia cari dan capai?

Adz Dzahabi (Siyar A'lam 7/349) menerangkan tips menepis sifat ujub, bahwa jika diingatkan atau ditegur, tidak membela diri atau mencari-cari pembenaran. Justru ia berterimakasih dan berdoa: " Semoga Allah melimpahkan rahmat- Nya untuk orang yang menunjukkan di mana aib-aibku"

Beliau berkata, " Jangan ujub pada dirinya! Jangan sampai ia tidak merasa memiliki aib. Lebih parah lagi, jangan ia tidak merasa bila dirinya tidak merasa. Sungguh, ini adalah penyakit kronis "

Jika Iblis diusir dari surga, dijauhkan dari rahmat- Nya, dilaknat oleh banyak makhluk, karena sifat ujubnya. Maka, wajar saja jika manusia yang bersifat ujub akan dijauhi, dihindari, dan ditinggalkan.

Mana bisa nyaman dekat dengan orang berpikir:

أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ

Pokoknya, saya lah yang terbaik!

BDJ. Jumat 16 Desember 2022

🍂 TAFAKKUR 🍂Bahagia bukan berarti tidak bersedih dan tidak merasa sakit.Bahagia adalah saat mampu membuat jiwa ini ridha...
15/09/2021

🍂 TAFAKKUR 🍂

Bahagia bukan berarti tidak bersedih dan tidak merasa sakit.

Bahagia adalah saat mampu membuat jiwa ini ridha dalam menghadapi semua ketentuan Allah.

Lalu semuanya dijalani dengan sabar, bertahmid, bersyukur, dan senang seraya mengucap:
الحمد لله

الإيمان يزيد وينقص

12/09/2021

Doa Berlindung dari Keburukan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبرِ

“Allahumma Innii A’uudzu Bika Minal ‘Ajzi Wal Kasali Wal Jubni Wal Harami Wa A’uudzu Bika Min Fitnatil Mahyaa Wal Mamaat, Wa A’uudzu Bika Min ‘Adzaabil Qabr”

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap lemah, malas, pengecut dan kepikunan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.” (HR. Bukhari No. 2823)

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:

28/08/2021
11/02/2021

Selalu optimis dan istiqomah dijalanNya.... walau kabut pekat menghadang... yakinlah bahwa pertolongan Allah Subhanallah Wata'ala akan datang.

01/06/2020

IdulFitri 1441H

16/04/2020
💐🌻🌷🌹 JANGAN TERTIPU DENGAN DUNIA!!✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:يمكن أن تكون اليوم ...
29/10/2019

💐🌻🌷🌹 JANGAN TERTIPU DENGAN DUNIA!!

✍🏼 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

يمكن أن تكون اليوم في عالم الدنيا وغداً في عالم الآخرة،
فكيف تغتر بدار لا يدري الإنسان متى يرتحل عنها، بدار الارتحال عنها ليس بيدك، بدار لا يدري ربما يبقى ما هو فيه من الرفاهية وربما يزول.

"Mungkin saja hari ini engkau masih berada di alam dunia, sedangkan besok engkau telah berada di alam akhirat, maka bagaimana engkau bisa tertipu dengan sebuah negeri yang seseorang tidak mengetahui kapan dia akan meninggalkannya, sebuah negeri yang penentuan waktu meninggalkannya tidak ada di tanganmu, sebuah negeri yang seseorang tidak tahu mungkin saja kemewahan yang dia rasakan akan tetap dan mungkin saja akan lenyap."

📼 Liqa' al-Bab al-Maftuh, no. 86

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Menjalin Ukhuwwah di Atas Minhaj Nubuwwah

Address

Jalan Pulau Sebesi, Pondok Permata Biru Blok CC1/9 Sukarame
Bandar
35131

Opening Hours

Monday 07:00 - 22:00
Tuesday 07:00 - 22:00
Wednesday 07:00 - 22:00
Thursday 07:00 - 22:00
Friday 07:00 - 22:00
Saturday 07:00 - 22:00

Telephone

081540900979

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nabila-Zahira posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nabila-Zahira:

Share