28/05/2026
BANGUN EKONOMI LOKAL: TPST Model Inti Plasma Agribisnis, Menuju Pasar Premium dan Ekspor
Pelemahan rupiah terhadap US dolar, efeknya harga bahan baku terkandung komponen impor terus menaik, sementara saat sama seiring daya beli konsumen turun, penjualan hasil industri menurun maka, ancaman PHK kian nyata.
Dari kondisi mengarah Stagflasi itu, BPP Asosiasi Konsultan Non Konstruksi Indonesia- Askkindo menggerakkan pengolahan sampah sebagai sumber daya lokal – yang tidak terkait impor- guna mendukung produksi dalam memenuhi pasar konsumen agribisnis berpendapatan tinggi, termasuk ekspor. TPST yang kini sudah tersebar di berbagai lokasi dipandang memiliki potensi dijadikan tempat pengelolaan sumber daya lokal tersebut.
Askkindo memandang koperasi – dhi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diyakini memiliki ruang inklusifitas bagi keterlibatan banyak pihak khususnya petani, untuk menjadi penerima manfaat utama atas keberadaan TPST dan bersama koperasi membangun ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dalam model rintisan di Bandung, dukungan investasi serta manajemen swasta ( dhi PT Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK)-.Com telah menunjuk Koperasi Desa Merah Putih KDMP Langonsari Bandung( selanjutnya disebut KDMP) bertindak sebagai pengelola TPST. KDMP mengelola TPST yang dengan kelengkapan mesin anaerobic dan pirolisys kemudian bertransformasi jadi pusat agribisnis dan energi berkelanjutan. Dengan mengelola aset TPST, KDMP selanjutnya bertindak penyedia sub sitem hulu sarana produksi pertanian (saprotan dan energi bahan bakar), pengolah pasca panen dan pemasaran.
Beberapa komoditas yang sedang dikembangkan tahap rintisan ini antara lain :
1. Minyak Nilam berorientasi pasar ekspor dan bahan (parfum),
2. Sawah portabel tanam padi di polibeg bahan beras coklat ( brown rice) serta
3. Pakcoy bahan mie sayur.
4. Sacha inchi bahan industri kosmetik & healthy food
Dengan mekanisme Inti-Plasma, hasil panen anggota dhi petani plasma ( On Farm) ke 3 komoditas itu dibeli KDMP Langonsari dan 1 komoditas Sacha oleh Quilla, sejauh ini telah berjalan tanpa hambatan selain, masih diperlukannya plasma untuk sesuai kapasitas terpasang TPST.
Askkindo sebagai pengarah program dan PT Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK)-.Com sebagai investor terus berusaha menghimpun dukungan berbagai pihak untuk membangun jaringan pasar dan fasilitas pemasaran ( digital online), termasuk membuka peluang ekspor - seperti telah dilakukan perjanjian tertanggal 21 Mei 26 dengan Dream Corporation- Rep of Korea.
Dari tiap TPST kaps 5-10 ton/ hari berkemampuan supply sarana produksi dan bahan bakar ( destilasi nilam) bagi 2 Ha/ hari atau 730 Ha petani plasma. Bagi potensi ekonomi saprotan dan bahan bakar sebesar itu, rekruitmen anggota petani (OnFarm) terus dilakukan selain, memandu peminat investasi TPST ( replikasi) bagi lokasi proyek baru berikutnya.
Referensi TPST sebagai Pusat Agribisnis dan Energi Berkelanjutan, https://www.youtube.com/watch?v=BEFJTXXhmk8
Info lebih lanjut dan pendaftaran peminat plasma, maupun penyandang investasi TPST (replikasi) klik ini 👇
https://www.facebook.com/share/r/17gjS8y2S4/
, #