28/02/2025
Di penghujung bulan Sadran ini, Mahasiswa Hukum Pecinta Alam Universitas Wijaya Kusuma (MAHUPA) bersinergi dengan Baturraden Adventure Forest menggelar sebuah program inspiratif ber
Acara ini mengangkat topik penting tentang "Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dan Agama" , sebagai upaya untuk menggali nilai-nilai luhur budaya lokal serta ajaran agama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam Lokasabha Budaya ini, hadir berbagai elemen masyarakat yang memperkaya diskusi dan wawasan. Turut hadir Masyarakat Adat Banokeling/ dari Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas , yang dikenal akan tradisi dan kearifan lokalnya. Tidak ketinggalan, Masyarakat Adat Rajawana dari Kecamatan Karangmoncol, , yang identik dengan kesenian tradisional , turut berpartisipasi dalam acara ini.
Selain itu, acara juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi, seperti Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) , PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kabupaten Banyumas , Perum Perhutani KPH Banyumas Timur , serta perwakilan dari berbagai kelompok tokoh masyarakat dan MAPALA di Purwokerto . Keberagaman ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama lintas sektor dan budaya.
Lokasabha Budaya tidak hanya sekadar ruang pertemuan, tetapi juga menjadi ajakan untuk bertindak nyata. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk melestarikan alam dengan cara yang bijak, berlandaskan pada nilai-nilai budaya dan keyakinan yang telah ada sejak dulu.