06/06/2018
Kisah bocah-bocah pemberani menyeberangi sungai demi berangkat sekolah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, viral di media sosial sejak Minggu, 27 Mei 2018.
Belakangan diketahui bocah-bocah pemberani itu merupakan siswa dan siswi SD 193 Jenna. Mereka merupakan warga Kampung Banoa dan warga Desa Lasiai yang terletak di Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Setiap pagi, bocah-bocah itu harus menantang maut agar bisa tiba di sekolah mereka yang berada di seberang sungai, tepatnya di Desa S**a Maju, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai.
Mimi, warga yang tinggal di sekitar sungai mengungkapkan, kondisi seperti ini sudah menjadi rutinitas pagi anak-anak sekolah dasar yang menuntut ilmu di SD 193 Jenna
"Ini sudah berlangsung sangat lama. Tidak cuma anak-anak SD, bahkan waktu saya masih kecil itu warga dari kampung sebelah tidak ke pasar kalau arus deras atau saat musim hujan," kata wanita berusia 29 tahun itu, Senin (28/5/2018).
Bukannya tak ada jalan lain yang lebih aman untuk ke seberang sungai. Hanya saja, jika melalui jalur itu, para siswa tidak akan sampai di sekolah tepat waktu karena jalurnya sangat jauh.
"Ada jalan lain, cuma jauh sekali, kita harus mutar sejauh 5 kilometer dengan berjalan kaki. Jalur terdekat dari desa sebelah ke Kampung Banoa memang lewat sungai itu," ucap Mimi.
Lantaran SD 193 Jenna merupakan satu-satunya sekolah yang ada di kampung tersebut, bocah-bocah itu tak punya pilihan lain. Sekolah itu menjadi satu-satunya pilihan mereka untuk menuntaskan program wajib belajar pemerintah.
Hanya saja, kata dia, pihaknya harus menunggu dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan agar pembangunan jembatan tersebut bisa segera terealisasi.
"Mudah-mudahan di APBD perubahan sudah dianggarkan dan Insya Allah tahun ini akan dibangun jembatan," ujarnya.
Booking & Pemesanan villa view bagus
Subrata Kesuma
081233301107