23/05/2018
APA PERLUNYA ACARA PELEPASAN-PERPISAHAN SISWA???
“Bang, kamu dulu SD dimana?”.
“di SD X Pak”
“Pernah ke sana setelah lulus?”
“Sering Pak, bersama teman-teman”.
“Ngapain aja ke sana?”
“Kadang main aja Pak, pernah juga membawa beberapa buku untuk disumbangkan di perpustakaan sekolah”.
“O, hebat banget”.
“Kalau SMP dan SMAnya dulu dimana? pernah juga ke sana setelah lulus?”.
“pernah juga Pak, malah lebih sering daripada ke SD. Karena teman-teman SMP dan SMA lebih sering mengontak untuk main ke sekolah”.
“o ya, ngapain aja ke SMP dan SMA?”
“hampir sama dengan SD tadi Pak, nah, kadang juga adik-adik siswa SMP/SMA meminta sumbangan ide-ide terobosan untuk membuat kegiatan kreatif, inspiratif, edukatif terkini”.
"wow....... "
Demikian sepengal dialog saya dengan beberapa alumni di sela-sela kami berkegiatan pembinaan-pencerahan untuk pelajar-mahasiswa di berbagai tempat di nusantara ini.
Saat ini, seperti yang kita lihat, amati mungkin juga alami, cukup banyak SD, SMP, SMA/SMK sederajat menyeleggarakan acara PELEPASAN sekaligus perpisahan dengan siswa mereka yang telah lulus.
Ada yang mengadakan di sekolah, di hotel maupun di padang rumput atau di pantai.
Kegiatan pengisi acara yang ditampilkan juga beraneka ragam, mulai dari suguhan aneka atraksi calon alumni maupun menampilkan sederet artis terkenal.
Busana yang dikenakan juga variatif, mulai dari pakaian bebas asal sopan-santun, seragam sekolah, lengkap berjas-safari hingga mengenakan pakaian daerah masing2.
Dalam acara itu turut juga diundang orangtua siswa.
Senang rasanya membaca berita itu lalu lalang di medsos maupun lewat di layar kaca.
Pertanyaannya adalah: untuk apa kegiatan itu dibuat???
SISWA
Berterima kasih.
Saat yang tepat mengucapkan terima kasih buat para pendidik. Pengkondisian suasana, ruang dan momen yang dirancang dengan serius bila diramu tepat sangat mematrikan ungkapan hati terdalam berterima kasih buat guru-guru dan bisa diaktifkan sewaktu-waktu sebagai kenangan yang berdayadorong kuat kearah penumbuhkembangkan pribadi muda.
Meminta maaf.
Tentu yang tak kalah penting adalah mengungkap permintaan maaf atas segala kekeliruan, kelancangan, ketidakpantasan entah itu berupa kata-kata, sikap, perbuatan pun juga pola pikir yang sempat menyinggung hati-perasaan guru. Episode ini tepatguna mengungkap permintaan maaf. Terlebih para siswa sudah lulus dimana segala rasa dan pikiran sudah bebas. Maka permintaan maaf dan rasa hutang budi menjadi kata terakhir sebagai upaya pembersihan hati dan pikiran seorang siswa. Lakukan dengan tulus-ikhlas. Rasakan bedanya.
Diberangkatkan-diutus.
Siswa merasa diberangkatkan dan diutus dari sekolah secara resmi. Pengutusan ini berdampak positif yakni memanggul tanggung jawab bagi dirinya sendiri. Langkah-langkah selanjutnya biarlah dirinya sendiri yang menentukan, mau berprestasi atau terdegradasi dalam hidup.
Diharapkan membawa nama baik.
Nah, jelas bahwa tanggung jawab yang dipikul siswa tersebut perlu dia buktikan bahwa dia pun bisa. Bahkan harapannya setiap alumni berlomba membawa nama baik sekolahnya dimana pun mereka melanjutkan sekolahnya. Wow, andailah setiap siswa berpikir demikian ya.....
Memateraikan nama sekolah.
Memunculkan dan lebih menyadarkan setiap siswa berstempel nama alma maternya. Biasanya, misi-visi sekolah disegarkan dalam acara ini. Baik berupa semboyan-semboyan maupun Mars atau Hymne yang liriknya berisi semangat sekolah itu dikunyah perlahan-lahan sambil dicicipi sari-sari vitaminnya selama menuntu ilmu di sekolah itu, rasakan, maknai, teruskan....
Sekolah tempat kembali menimba kekuatan.
Pesan kuat bahwa pintu sekolah selalu terbuka untukmu kapan pun jika kamu rindu kembali ke rahim alma matermu. Sejujurnya, bukan hanya ilmu yang memperkembangkan diri pribadi siswa, tapi seluruh jiwa raga sekolah itu. Lapangannya, tiang benderanya, bangku-mejanya, papan tulis-whiteboardnya, wcnya, kantinya, tong sampahnya, bagian bawah mejanya, apalagi teman-teman sekelasnya, wuih, semua itu menyimpan memor-memori dahsyat kecerdasan. Coba lakukan saja sendiri....
Berpikir akan berbuat.
Nah, yang tidak boleh lupa adalah apa nantinya yang dapat saya kembalikan ke alma mater saya? Jika seorang siswa, siapa pun dia tidak pernah berpikir seperti itu, sekolah itu gagal mendidik hati, sanubari anak didiknya. Nah lho..... Oleh karena itu, lakukanlah....
SEKOLAH.....
silakan melanjutkan di pikirannya masing-masing..