03/04/2014
SETU CITAYAM SANGAT TERKENAL PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG..
http://poestahadepok.blogspot.com/2013/08/setu-citayam-di-pondok-terong-depok.html
Setu Citayam sudah terdeteksi dan dipetakan sejak doeloe. Berdasarkan peta ‘Tjipajoeng: herzien in de jaren 1899-1900’ yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau pada tahun 1901, area setu ini disebutkan sebagai wilayah yang masuk Residentie Batavia, Afdeeling Buitenzorg, district Paroeng. Setu Citayam semakin dikenal kala itu karena di wilayah sekitar setu terdapat tanah partikelir (disebut Land Tjitajam) yang dimiliki oleh tuan tanah. Tanah partikelir ini digunakan untuk mengusahakan perkebunan. Wilayah pengusahaan tuan tanah ini meliputi lahan-lahan yang berada di Ratu Jaya, Pondok Terong, Pondok Jaya, Cipayung dan Cipayung Jaya yang menjadi bagian dari Kecamatan Cipayung pada masa ini.
Pusat kegiatan tanah partikelir ini berada di dua lokasi. Untuk rumah pemilik atau tuan tanah (landhuis) lokasinya berada di sisi barat pinggir setu. Sedangkan pabrik penggilingan, gudang dan tempat para pekerja lokasinya berada di sebelah barat setu (lokasi perumahan Atsiri yang sekarang). Dalam perkembangannya, nama Citayam menjadi lebih sangat menonjol seiring dengan dibangunnya sebuah halte / stasiun kereta api yang diberi nama Stasion Tjitajam. Letak stasion ini tepat berada di sisi timur Setu Citayam. Hasil-hasil perkebunan dari perkebunan Citayam dibawa melalui jalan pos polisi dan pasar Citayam yang sekarang menuju stasion Citayam. Akan tetapi kemudian dibuat alternatif melalui setu yang kini disebut Jalan Pos (kereta api) Citayam. Perempatan yang terbentuk karena pembuatan jalan alternatif tersebut di sekitar Setu Citayam ini kemudian sering disebut sebagai simpang (perempatan) Hek. Dengan demikian, ini berarti nama Citayam merujuk pada sebuah setu, sebuah area tanah partikelir (landhuis) dan sebuah stasion kereta api.
Selain itu, nama Citayam makin dikenal luas karena area ini sering disebut seorang ahli Botani terkenal bernama Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis yang pernah dua kali mengunjungi area Citayam ini (1929 dan 1932). Akan tetapi tidak diketahui persis mengapa area Setu Citayam menjadi perhatian ahli botani tersebut. Yang jelas adalah bahwa wilayah Citayam khususnya di area Setu Citayam sudah sejak lama menjadi lokasi kebun percobaan Departemen Pertanian. Lokasi kebun percobaan ini berada di sisi timur Setu Citayam. Sejak 2008 di dalam areal kebun percobaan Citayam ini sudah didirikan gedung ‘megah’ Balai Pengujian Mutu ‘Alsintan’ Kementerian Pertanian.
Pada masa ini Setu Citayam merupakan bagian dari wilayah Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung Kota Depok. Pesatnya pembangunan di kelurahan ini mengakibatkan adanya tekanan yang mengkhawatirkan terhadap keberadaan setu ini. Dulu area setu ini cukup luas dan asri (diperkirakan luasnya 12 hektare) tetapi kini hanya tersisa seluas 6,5 hektare dan mulai tak terawat. Pemda Kota Depok kini telah menetapkan Setu Citayam termasuk salah satu setu yang dilindungi di Kota Depok. Dinas Pemuda Pemuda dan Olah raga Pariwisata membuat program yang program tersebut dimaksudkan pertama untuk menyelamatkan situ-situ yang banyak di Kota Depok yang saat ini telah banyak yang beralih fungsi. Yang kedua untuk menjaga kebersihan situ, yang ketiga agar ditingkatkan keindahannya dan yang terakhir adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.