20/05/2025
GERAKAN MASUK BARAK ALA KDM,
Kemana saja GERAKAN PRAMUKA?
Walau di awal ide KDM tentang pendidikan *Masuk Barak Mliter* mendapat kritikan dan penolakan dari berbagai pihak, akhirnya program ini mulai berjalan.. kritikan terutama dari kalangan akdemisi dengan pendekatan humanis sebenarnya hanyalah masalah komunikasi tentang jabaran program dan memang bisa dimaklumi krn gerakannya sangat cepat.
Sejak mulai dijalankan program ini juga mulai menuai penilaian positif, terutama orang tua dan guru yg memeliki anak/murid bermasalah, dan sudah angkat tangan.
Program semi militer ini sebenarnya bukan hal baru, banyak sekolah sudah menjadikan program ini sebagai kegiatan wajib bagi siswa setiap tahunnya. Mereka melakukan kerjasama dengan TNI/POLRI atau vendor yang kompeten. Saya pribadi sering diminta untuk jadi vendor program seperti ini, walau bukan di barak Militer tapi di alam bebas dan dalam bentuk perkemahan.
Ide KDM membuat saya teringat sejarah terbentuknya SCOUTING / PRAMUKA oleh Lord Baden Powell. Seorang tentara yang miris melihat kondisi anak di Inggris di masa revolusi Industri, perubahan sosial budaya dan psikologis anak juga berdampak pada anak anak, sama dengan yang dirisaukan KDM. Kenakalan, minuman keras, tawuran, merokok dll, yg kemudian disebut dengan anak bermasalah dalam sosial dan hukum. Kemudian pendidikan ala Boden Powell ini dikenal sebagai SCOUTING...
Dalam perjalanan waktu, pendidikan kepanduan menyebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pendidikan Kepanduan/Pramuka menghasilkan output SDM yg positif, bahkan tokoh tokoh nasional kita adalah *alumni* Kepanduan / Pramuka.
KEJUTAN KDM
Tiba tiba KDM menggelar program *Masuk Barak*... jadi viral (krn sisi keunggulan KDM dalam ber Medsos). Program yg bersifat responsif terhadap permasalahan pendidikan di Jawa Barat sesuai tugas dan teritorial KDM. Secara pribadi saya menilai program ini tidak terlalu spesial, tapi gerakan programnya yg menjadikannya spesial, kekurangan pasti ada, tapi kebijakan KDM cukup menghentak pakar pendidikan, psikoligi, praktisi, pebisnis dunia pendidikan dll, yg sebelumnya banyak berkutat pada diskusi, seminar, workshop, pelatihan yg sifatnya teoritis yg menyajikan teori teori pendidikan kekinian yg menonjolkan humanisme dan psikologi. Apa salah? tentu tidak. Namun penerapannya butuh *kondisi ideal* yaitu Ada peran sekolah/guru, orang tua dan lingkungan, dalam menghadapi perubahan generasi dan zaman. Semua harus terlibat. Sementara apa yg dirisaukan KDM adalah *Kondisi Darurat*. Butuh program ekstra ordinary, dan memilih cara semi militer
, masuk barak!
KEMANA SAJA GERAKAN PRAMUKA?
Gerakan KDM ini bisa menjadi tamparan keras atau kritik terhadap peran Gerakan Pramuka dalan Pendidikan Karakter anak dan pemuda. Andai saja kepekaan KDM juga dilakukan oleh Gerakan Pramuka, bisa jadi Pramuka menjadi Penyelamat Generasi bangsa Indonesia. Karena struktur organisasinya menjangkau ujung terjauh wilayah Indonesia. Ada Gugus depan (basis teritorial maupun sekolah). Jadi pertanyaan kemana saja tidak perlu ada.. jika tugas dan perannya juga berjalan.. sebagai penggerak penyelenggara pendidikan karakter anak bangsa. Pramuka jangan terjebak dalam rutinitas dan birokrasi. Perlu kepekaan terhadap perubahan, ambil peran secara aktif menjadi solusi dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini sekedar otokritik, krn walau sdh tidak terlibat langsung di organisasi Gerakan Pramuka, secara pribadi masih membantu dan mengamati perkembangan organisasi yg saya cintai, Pramuka telah mendidik saya semenjak siaga hingga jadi pembina dan pelatih. SoftSkill dan Hardskill yg saya dapatkan selama menjadi peserta didik Pramuka telah memberikan dan bermanfaat untuk kehidupan saya.
Ayo Pramuka kembali bergerak..