08/06/2023
Terlalu singkat...
Perjalananku kali ini tuk mendialogkan Moderasi Beragama menempuh 4 setengah jam perjalanan laut dari Rumah. Lagi dan lagi kepercayaan itu datang melalui telpon dan disusul surat undangan dari pak Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri, Drs.H.Edi Batara yang memintaku untuk memberikan Penguatan MB di Tanjung Balai Karimun bagi Penyuluh Agama Islam.
Pengalaman yang berbeda dari biasanya, kali ini aku disuguhi buanyak pertanyaan dari peserta ini dan itu tentang MB. Hal yang mengejutkanku ialah, 2 orang peserta yang dari awal memasuki ruangan ku lihat raut mukanya kusam dan tak mengenakkan. Mereka terus berbisik-bisik. Sudah ku duga, ia adalah satu dari sekian banyak individu yang salah paham terhadap MB. Dalam hati aku terus bersholawat, agar menyampaianku dimengerti, damai, dan menenangkan. Sejam berlalu, aku masih menjelaskan Sketsa Keberagaman dan Keberagamaan di Indonesia. Kulihat, mereka masih sinis dan acuh meresponku. Aku terus mencoba menjelaskan urgensi MB? Pentingkah MB bagi kehidupan keagamaan di Indonesia? Apakah penting setiap orang tuk menjadi moderat? 2 jam berjalan. Sinis dan acuh tadi melebur cair lalu menghangat penuh kasih. "Tak sia-sia, 2 hari sebelumnya ku khatamkan buku sang bapak MB, ," gumamku. Hingga pada akhirnya kami terus berdialog, bahagiaku kesalahpahaman itu sirna. Mereka semangat bermoderasi beragama. Bahkan ketika pamitku meninggalkan mereka, sorak pisah dan doa mereka mengeras. "Sampai jumpa bu"!. " Terimakasih bu! " . " Sehat selalu ya bu! ". Aku bahagia...
Bahagia ku berlanjut. Ketika jam 1 siang, kutinggalkan kamar hotel, dan menutup pintu. Ternyata salah satu dari 2 orang peserta yang kuceritakan di atas melewati kamarku sambil tunduk mengucapkan salam dan hormat. Ia juga berterima kasih lagi atas penjelasanku tentang MB tadi.
Oiya.. Tak lupa diakhir materi, aku tinggalkan oleh2 untuk mereka sebuah buku bunga rampai Membumikan Moderasi Beragama di Bumi Segantang Lada karya Rumah Moderasi Beragama STAIN Kepri. Sekiranya, buku itu bisa menjadi salah satu referensi yang otoritatif untuk mereka membumikan MB sebagai penyuluh agama di Kabupaten Karimun.