PC KMHDI KOTA Gorontalo

PC KMHDI KOTA Gorontalo Om Swastyastu,, Halaman berbagi informasi, Kegiatan, dan sebagainya dari PC KMHDI Kota Gorontalo, KMHDI , dan info info tentang Hindu.. Satyam Eva Jayate

OM SWASTYASTUInfo pendaftaran SBMPTN 2017Pendaftaran dimulai tanggal 11 April 2017 s/d 5 Mei 2017. Ujian SBMPTN akan dil...
11/04/2017

OM SWASTYASTU
Info pendaftaran SBMPTN 2017

Pendaftaran dimulai tanggal 11 April 2017 s/d 5 Mei 2017. Ujian SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2017.

Untuk pendaftaran SBMPTN dapat dilakukan di laman www.pendaftaran.sbmptn.ac.id

Alur pendaftaran SBMPTN 2017 :
1. Mendaftar di laman pendaftaran.sbmptn.ac.id
2. Melakukan pembayaran biaya ujian di bank atau atm mandiri, BNI, atau BTN sebesar rp. 200.000.- sesuai dengan kode pembayaran yang didapat setelah mendaftar di laman pendaftaran.sbmptn.ac.id
3. Login di laman pendaftaran.sbmptn.ac.id untuk melengkapi biodata dan memilih jurusan atau prodi yang diinginkan
4. Mencetak kartu peserta sbmptn 2017

Info lebih lanjut silahkan kunjungi laman resmi sbmptn 2017 www.sbmptn.ac.id. atau jika ada teman teman yang ingin dibantu untuk melakukan pendaftaran sbmptn 2017 silahkan hubungi ketua PC KMHDI KOTA GORONTALO (085255624781) atau bidang litbang PC KMHDI KOTA GORONTALO (085656522414).

SATYAM EVA JAYATE

Kadek Yudhi Murasakibara Atsuki Yogi Sanjaya Mira Gunanti

website resmi sbmptn

Rapat persiapan TOT Satyam Eva Jayate
16/10/2016

Rapat persiapan TOT

Satyam Eva Jayate

PC KMHDI Kota Gorontalo mengucapakan selamat atas di wisudannya 1. Ni Gusti Ayu Meidawati (KETUA PC KMHDI Kota Gorontalo...
01/09/2016

PC KMHDI Kota Gorontalo mengucapakan selamat atas di wisudannya 1. Ni Gusti Ayu Meidawati (KETUA PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 2. I Gusti Made Buana (SEKRETARIS PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 3. Ni Kadek Sudiarti (KABID Usaha Dana PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 4. Ni Kadek Erdayani (KABID Agama, Seni dan Budaya PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 5. Ni Komang Sri Indriani (Anggota Bidang Kaderisasi PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 6. Dewa Kadek Erik Purnawan Anggota Bidang Kaderisasi PC KMHDI Kota Gorontalo periode 2014-2016), 7. NI Nyoman Alita Dianawati (Anggota PC KMHDI Kota Gorontalo), 8. I Wayan Dika Agus Sucipta (Anggota PC KMHDI Kota Gorontalo sekaligus KETUA Dimisioner UKM H DNC), 9. NI GUSTI AYU PUTU SUARTINI (Anggota PC KMHDI Kota Gorontalo) serta seluruh kader yg tidak bisa kami sebutkan satu persatu. SATYAM EVA JAYATE

PC KMHDI Kota Gorontalo turut berpartisipasi dalam pemilihan Presidium Pimpinan Pusat KMHDIKendari, Sulawesi Tenggara"KM...
27/08/2016

PC KMHDI Kota Gorontalo turut berpartisipasi dalam pemilihan Presidium Pimpinan Pusat KMHDI
Kendari, Sulawesi Tenggara
"KMHDI BERKARYA INDONESIA JAYA"

Pertalite gratis, cukup bayar dengan hafal teks proklamasi dan UUD 1945
17/08/2016

Pertalite gratis, cukup bayar dengan hafal teks proklamasi dan UUD 1945

Dalam rangka memperingati HUT RI - 71 PERTAMINA memberikan sebuah kejutan berupa pengisian Bahan Bakar gratis bagi setiap

11/08/2016

Om swastyastu kawan KMHDI se-Indonesia, berdasarkan keputusan Sangkep Agung FA KMHDI di Bali, meminta setiap daerah mengirim alumni baik yg belum terbentuk FA KMHDI maupun sudah ke mahasabha tagal 25 agustus 2016, dalam rangka koordinasi untuk pembentukan FA KMHDI diseluruh PD PC dan penyiapan langkah strategis untuk kemajuan KMHDI dan FA KMHDI.
minimal satu orang setiap daerah.
Suksme
Om santih3 om
semngat

Cerita kiasan Bumi Indonesia saat iniSilih Dalih di Gumi Capung BangkokKetika kecil, sering diperdengarkan cerita berjud...
31/07/2016

Cerita kiasan Bumi Indonesia saat ini

Silih Dalih di Gumi Capung Bangkok

Ketika kecil, sering diperdengarkan cerita berjudul silih dalih. Cerita tersebut adalah kisah kehidupan binatang yang dipersonifikasikan sebagai manusia. Berawal dari kebiasaan dari I Kedis Blatuk setiap pagi membunyikan kulkul bulus, yang membuat semua masyarakat hutan menjadi geger. Datang kemudian I Capung Bangkok membawa tumbak poleng. Ketika ditanya mengapa I Capung Bangkok membawa tumbak poleng, karena I Blatuk nepak kulkul bulus. Sekarang yang menjadi terdakwa adalah I Kedis Blatuk. Yang diinterogasi sekarang adalah I Kedis Blatuk. Mengapa I Blatuk Ngulkul, karena I Kunang-kunang ngaba api. Sekarang beralih yang menjadi terdakwa adalah I Kunang-kunang. “Mengapa kamu membawa api kemana-mana yang membahayakan bisa-bisa isi hutan menjadi terbakar?” I Kunang-kunang menjawab,” Aku membawa api malam-malam, karena khawatir terperosok ke dalam lubang yang dibuat oleh I Beduda”. Kemudian kasus beralih, yang menjadi terdakwa sekarang adalah I Beduda. I Beduda diadili dan ia berkelit dengan alasan bahwa lubang yang ia buat untuk melindungi diri karena I Kerbau selalu membuang kotorannya sembarangan di jalan. Nah, kemudian kasus merembet kepada I Kerbau yang kemudian diadili. Kerbau yang dungu dan tak bersalah tersebut tak dapat berdalih dan berkelit dari permasalahan yang sebenarnya ia tidak tahu. Karena kebodohan I Kebo berdalih, maka ia dinyatakan bersalah atas semua kasus yang terjadi tersebut. Akhirnya I Kebo-lah yang menjadi pesakitan dengan dicocok hidungnya agar ia tidak dapat kemana-mana dan tidak membuang kotorannya sembarangan di jalan.

Ini adalah sebuah kisah cerminan dari dunia binatang yang tak bedanya dengan apa yang terjadi dewasa ini di alam manusia dan masyarakat kita sekarang. Dalam berbagai permasalahan, entah siapa yang memulai duluan, atau entah siapa yang menjadi biang keroknya, semuanya tak pernah terselesaikan secara tuntas dan adil. Sangat jarang terjadi penyelesaian permasalahan atau kasus secara tuntas, berkeadilan, yang didasari atas kebenaran. Ini semuanya karena faktor masyarakat yang sibuk untuk mencari alasan atau dalih pembenaran, sehingga ia terlepas bebas dari segala tuntutan atau segala masalah. Padahal sebenarnya ia sendiri yang mengawali atau ia sendiri yang menjadi biang kerok dari semua permasalahan.

Semua sibuk untuk saling tuduh, saling menyalahkan, dan merembet keluar permasalahan, sehingga permasalahan yang sebenarnya menjadi kabur. Saling tuduh, saling tuding, saling tunjuk hidung, dan akhirnya semuanya tidak ada yang dinyatakan bersalah karena semua menunjukkan dalil-dalil dan bukti-bukti pembenaran. Ketika mereka tak dapat menunjukkan bukti pembenaran, maka dengan secepat kilat mereka menggiring isu atau permasalahan ke wilayah lain sehingga masalah yang menimpa dirinya menjadi kabur, dan bahkan pada akhirnya dianggap tidak bersalah, alias menyandang gelar sebagai pahlawan, mungkin itu pahlawan kesiangan.
Karena kepintaran diantara kita untuk menunjuk kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan diri sendiri, menyebabkan masyarakat menjadi bingung dibuatnya. Dan sudah dapat dipastikan ujung-ujungnya yang menjadi pesakitan, yang menjadi koraban adalah rakyat kecil atau yang bodoh yang tak tahu masalah, rakyat yang miskin dan sebagainya.

Seperti halnya kasus korupsi yang terjadi di daerah ini, tampaknya tidak akan pernah terselesaikan dan akan memerlukan waktu yang lama dan pelik karena kepintaran dari para oknumnya untuk berdalih. Si A tunjuk si B, si B tunjuk si C, si C katakan Si D, Si D menuduh si E dan seterusnya, tanpa ada ujung pangkal bagaikan “lingkaran setan”. Sampai-sampai akhirnya si jaksa dan hakim menjadi bingung sendirian. Dan ironisnya tetap ujung-ujungya yang dirugikan adalah rakyat sendiri.
Contoh lain misalnya mengenai kebijakan di daerah seperti kasus-kasus pembebasan tanah atau kasus lahan publik. Ketika permasalahan tersebut diungkit dan diangkat ke permukaan, maka semua pejabat yang dahulunya sebagai pemegang kebijakan seperti kebakaran jenggot. Mereka sibuk berdalih dan menyatakan ini adalah kebijakan pusat, pusat bilang ini kebijakan daerah. Ketika di daerah, dibilang ini Gubernur. Ditelusuri Gubernur katanya Bupati. Bupati ditanya katanya sudah mendapatkan rekomendasi dari masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat. Lalu masyarakat yang mana? Kembali masuk dalam “lingkaran Bhuta Kala”

Kasus terorisme pun demikian. Satu kelompok masyarakat mengatakan bahwa itu doktrin keliru dari sebuah agama. Kelompok agama itu lalu menuding bahwa hal itu akibat dari kesenjangan sosial dan ekonomi yang menuduh pemerintah yang kurang mampu membangun ekonomi bangsa. Pemerintah lalu berdalih bahwa itu adalah kurangnya peranan para pemuka agama dalam memberikan penyejukan iman. Di lain pihak hal itu dituding terjadi karena kelemahan intelijen serat kurang tegasnya aparat dalam menindak kaum radikal. Lalu dari pihak keamanan mengatakan bahwa adanya propokator, dsb. Kembali masuk ke dalam “lingkaran iblis”.
Demikian juga yang hangat saat ini masalah reklamasi yang menerpa beberapa daerah di Indonesia termasuk Bali. Masyarakat awam mengatakan ini ulah Bupati dan Gubernur. Gubernur Bilang ini adalah kebijakan Pusat. Pusat bilang ini atas proposal dari daerah. Ditelusuri di daerah, konon katanya adanya joint antara penguasa dan pengusaha. Penguasa dan penguasa konon telah memiliki ijin prinsip, serta telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah, pemerintah desa, lalu oleh adat. Nah kemudian timbul pertnayaan: masyarakat yang mana?, pemerintah yang mana?, adat yang mana?, tokoh masyarakat yang mana?, penguasa yang mana?, penguasa yang mana? Dan seterusnya. Serba tak jelas! Kembali ke dalam “lingkaran setan iblis dan bhuta kala”.
Tampaknya fenomena silih dalih di gumi ini akan tetap berlangsung sampai ke depan, dan inilah sebuah budaya di masayarak kita. Karena mungkin prilaku yang sudah membudaya ini sudah ada sejak jaman dahulu, sehingga sampai-sampai sang pengarang jaman dahulu mengarang cerita binatang yang tujuannya adalah untuk menyindir prilaku manusia yang curang dan mau menang sendiri, tak pernah berani secara jantan mengakui kesalahan. Serta yang menyedihkan sekali dengan pongah juari-nya dalam bentangan kasus yang menimpa dirinya, ia menyatakan diri sebagai pihak yang benar dan mendapatkan gelar sebagai pahlawan kesiangan. Weleh… weleh….. dasar Gumi Capung Bangkok. Saling tuduh, dan semua mencarii pembenaran. (ki buyut dalu / ink. 2016).

kanduksuputra.blogspot.com

Sejarah PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG Keinginan pemeluk Hindu di Lumajang dan sekitarnya untuk membuat pura telah muncu...
29/07/2016

Sejarah PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG

Keinginan pemeluk Hindu di Lumajang dan sekitarnya untuk membuat pura telah muncul sejak tahun 1969. Keinginan ini disambut sejumlah tokoh Hindu di Bali, terutama sejak diadakan nuur tirta dari Bali langsung ke Patirtan Watu Kelosot, di kaki Gunung Semeru berkaitan dengan Karya Ekadasa Rudra di Pura Besakih, Maret 1963. Nuur tirta ke Watu Kelosot kembali dilakukan tahun 1979 berkaitan dengan digelarnya lagi upacara Ekadasa Rudra. Sejak itu dimulailah tradisi nuur tirta ke Watu Klosot di Semeru. Sebelumnya para sulinggih cukup memuja dari Bali ke Gunung Semeru, memohon kehadapan Hyang Siwa Pasupati yang berstana di puncak Gunung Semeru.
Seiring dengan kemajuan transportasi, maka nuur tirta ke Gunung Semeru dilakukan langsung. Karena jarak tempuh Bali-Watu Kelosot sekitar 11, maka petugas nunas tirta harus menginap. Lalu muncul rasa kurang sreg jika menginapkan tirtha di hotel. Dari sini kian kuat keinginan untuk mendirikan pura di sekitar Gunung Semeru, yang merupakan kawasan suci sejak jaman Jawa Kuno, sebagaimana diungkap dalam kitab Nagarakertagama.
Singkat cerita, dengan segala tantangan akhirnya pura dibangun di lokasi sekarang yang luas awal 25 x 60 meter. Namun belakangan luasnya terus bertambah. Awalnya pelinggih padmasana dibangun menghadap ke timur, tetapi tidak bisa dituntaskan. Dipindah agak ke utara (masih menghadap ke timur), juga tidak bisa diselesaikan. Lalu ada pawisik agar dihadapkan ke selatan. Sejak itu pembangunan lancar. Pembangunan semakin giat setelah rombongan dari Bali antara lain Jero Gede Alitan Batur, Tjokorda Gede Agung Suyasa, Mangku Sueca dari Besakih (tahun 1989), saat nuur tirta bertemu umat Hindu asli Semeru. Lalu terbentuk panitia gabungan Sendoro - Bali.
Singkat cerita, pada hari minggu umanis wuku menail 8 Maret 1992, digelar upacara Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasar Sarwa Sekar, untuk pertamakali yang dipuput oleh delapan sulinggih. Selanjutnya Juni - Juli 1992 dilaksanakan upacara Pamungkah Agung, Ngenteg Linggih, dan Pujawali.
Melalui SK. No. 07/Kep/V/PHDI/1992, maka ditetapkan nama pura adalah PURA MANDARA GIRI SEMERU AGUNG, status Pura Kayangan Jagat, tempat memuja Hyang Widhi Wasa dalam prabhawa sebagai Hyang Siwa Pasupati, penyungsungnya adalah seluruh umat Hindu Indonesia. Terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Provinsi Jawa Timur.(Ki Buyut Dalu 2016)

Ayo generasi Muda Hindu, jangan kalah dengan para pendahulu kita,, KOBARKAN SEMANGAT UNTUK MEMBANGUN PURA DALAM DIRI KITA

19/07/2016

Pembayaran UKT dan MOMB SBMPTN akan
dilaksanakan pada tanggal 21 Juli - 29 Juli 2016.
Pembayaran dapat dilakukan di Bank BRI seluruh
Indonesia

13/07/2016

Pembayaran UKT SNMPTN dan Biaya
MOMB sebesar Rp.800.000 untuk yang
muslim dan Rp.750.000 untuk non-
muslim akan dibuka pada besok tanggal
13 sampai dengan 22 Juli 2016 dan dapat
dibayarkan di Bank BRI seluruh Indonesia.

12/07/2016

jadwal layanan
akademik dan Penerimaan Mahasiswa Baru
Universitas Negeri Gorontalo
1. Pembayaran SPP/UKT mahasiswa lama
14-19 Juli 2016
2. Registrasi Semester Antara TA 2015/2016
14-19 Juli 2016
3. Penginputan Nilai semester genap TA
2015/2016 16-17 Juli 2016
4. Pra registrasi SBMPTN 2016 sampai
dengan 16 Juli 2016 pukul 23.59 WITA
5. Verfikasi Berkas SBMPTN 2016 sampai
dengan 18 Juli 2016 pukul 16.00 WITA
6. Pendaftaran Seleksi Mandiri (termasuk
penerimaan non reguler) 13-25 Juli 2016
Untuk pendaftaran mandiri dapat di akses
melalui pmb.ung.ac.id
7. Pembayaran Seleksi Ujian Mandiri 2016
13-26 Juli 2016
8. Pelaksanaan Ujian Seleksi Mandiri 28
Juli 2016
9. Pengumuman Seleksi Mandiri 2-12
Agustus 2016

Address

Gorontalo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PC KMHDI KOTA Gorontalo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PC KMHDI KOTA Gorontalo:

Share