[ba hospitality+design]

[ba hospitality+design] hospitality and design Appropriateness is the keyword to start any kind of project. It is unique and differ to every site. Follow us on twitter

Appropriate concept and design in one type of site, environmental capabilities and culture, and even local regulation might not be suitable for other type of site and location.

~Amakaka Center of Excellence~Bhumiaras menyamakan langkah dengan ajakan TORAJAMELO dan Yayasan PEKKA (Perempuan Kepala ...
07/10/2020

~Amakaka Center of Excellence~
Bhumiaras menyamakan langkah dengan ajakan TORAJAMELO dan Yayasan PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) untuk melakukan pembenahan infrastruktur (merancang dan menata unit-unit kompleks dan bangunan) di atas lahan milik Serikat Pekka Lembata seluas 2 ha; serta menjembatani konstruksi lokal-modern.
Sebagaimana yang selalu disampaikan, bahwa untuk setiap desain, Bhumiaras selalu merujuk pada kearifan lokal.
Meski ada bangunan eksisting yang kurang pas, di lokasi, namun tetap bisa di'estetis'kan agar sesuai dengan masterplan baru secara keseluruhan.

Prinsipnya “menjaga kekhasan suatu daerah”, karena itulah kekayaan yang tidak dapat ditemukan dan disajikan oleh daerah lainnya. Kekayaan yang akan membawa nama Desa dan tenun Amakaka bergaung jauh ke luar Flores Timur, bahkan ke luar Indonesia
--
Berbeda itu indah!
More on Instagram and youtube

Salam lestari!

Villa Rose: Konsep Arsitektur Modern yang menghargai Tradisi Bhumiaras dalam setiap desainnya, mengutamakan hal yang ber...
25/06/2020

Villa Rose:
Konsep Arsitektur Modern yang menghargai Tradisi

Bhumiaras dalam setiap desainnya, mengutamakan hal yang berhubungan dengan heritage dan atau upaya melestarikan unsur kearifan lokal. Seperti halnya dalam pengerjaan desain dan konstruksi Villa Rose di Sanur, di mana lahan kosong yang ingin dibangun jadi sebuah vila, perlu dirancang sesuai dengan kondisi alam dan budaya setempat (kearifan lokal). Jangan sampai vila yang dibangun, misalkan tetiba bergaya neo-klasik di tengah-tengah hamparan Pantai Sanur.

Untuk itu, di bhumiaras merujuk pada konsep arsitektur rumah tradisional Bali, di mana arsitektur rumah tradisional Bali biasanya terdiri dari bangunan utama yang dikelilingi halaman/ruang terbuka dan kamar terpisah. Keberadaan ruang terbuka menjadi unsur yang penting, yakni sebagai tempat bergantinya udara dari dalam-ke luar rumah, dan sebaliknya.

Konsep ruang terbuka tersebut merupakan penyesuaian budaya-masyarakat atas kondisi iklim tropis Pulau Bali.

Dibangun di atas lahan seluas 1000 meter persegi, bangunan utamanya adalah rumah 2 kamar dengan luas 600 meter. Sisanya merupakan taman keliling dan gazebo. Kolam renang dibuat sebagai fasilitas tambahan, guna memenuhi kebutuhan rekreasi pengunjung masa kini.

Selain selalu berpegang pada konsep kearifan lokal, bhumiaras juga berkomitmen untuk menerapkan 'green building' di setiap desainnya. Oleh karena itu, pembangunan Villa Rose sangat memperhatikan efisiensi energi, material, perawatan, dan biaya operasional
Semua material diambil dari produk lokal (setempat). Langit-langit/atap rumah sengaja dirancang setinggi 8 meter agar sirkulasi udara dan pencahayaan bisa optimal dan sesuai dengan iklim tropis, sehingga tidak perlu menggunakan AC dan lampu pada siang hari.











05/05/2020

Follow us on Instagram ,
More pics and updates

15/03/2020

Updates on bhumi aras hospitality + design, available on Instagram and LinkedIn /anneke prasyanti. Please follow and leave your comments. Thank you!

26/04/2012

Pada awal bulan April 2012 warga kota Bandung kembali bersedih saat Gedung Lyceum D**o dihancurkan. Gedung ini dahulu merupakan salah satu gedung pertunjukan yang memiliki kualitas akustik ruangan ...

14/02/2012

Network dan Sharing GBC Indonesia (Green Building Council Indonesia)

BIOCLIMATIC DESIGN = THINKING LIKE RAINFOREST
Pembaharuan cara mendesain dan menjalankan proyek dengan IDP = Inovative Design Process

Arsitektur vernakular Indonesia adalah arsitektur yang amat sederhana dan cerdas untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Sudah seharusnya digunakan oleh arsitek-arsitek di Indonesia.

Di Jerman, sertifikasi hijau berstandar amat tinggi.
AC amat mahal dan bangunan akan dikenakan pajak yang lebih tinggi jika memasang AC
Jika menggunakan AC,bangunan tersebut tidak akan menerima sertifikat hijau sama sekali
Membuang sampah dikenai biaya yang amat mahal. Semakin besar volumenya semakin mahal. Maka dari itu, sampah organik sebisa mungkin diolah di dalam bangunan sendiri/ dijadikan kompos
Hijau adalah jika mendaur ulang air hujan, bahkan air tetesan hujan yang ditampung pada malam hari , untuk digunakan kemudian
Penggunaan material ramah lingkungan lainnya seperti Kaca Low-E-Glass (yaitu jika lampu di ruangan tersebut dinyalakan, kaca akan berubah menjadi buram (opaque))
Kebijakan sertifikasi material yang boleh diimpor sudah dilakukan oleh Negara-negara Uni Eropa. Hal serupa juga sudah dijalankan oleh Negara Kanada dan Amerika Serikat. Kebijakan ini adalah membatasi material apa yang boleh masuk ke suatu negara, terkait dengan keberlanjutan material di negara sumber material.

Perhatian terhadap kesehatan penduduk; contoh kasus :
Penerapan material yang ramah lingkungan diterapkan pada bangunan yang di preservasi. Ketika ibukota Jerman dipindahkan dari Bonn ke Berlin ketika Jerman Barat sudah bersatu dengan Jerman Timur. Untuk menghemat biaya gedung perkantoran, maka digunakan bangunan-bangunan bersejarah eksisting. Bagian eksterior dipertahankan, namun bagian interiornya, harus dimusnahkan dahulu, seluruhnya karena amat beracun. Material-material tersebut kebanyakan terbuat dari plastik dan bahan kimia berbahaya, namun amat murah. Dahulu, ketika Jerman Timur masih berstatus negara komunis, negara amat membatasi pengeluaran, meski itu akan membahayakan jiwa manusia yang menggunakannya.Setelah diteliti, jika gedung itu, tetap menggunakan material-material beracun itu, dapat merusak paru-paru d an saluran pernapasan dalam waktu 2 minggu saja.
Perilaku yang mengarah pada keberlanjutan lingkungan, di antaranya adalah menggunakan kendaraan dengan bahan bakar listrik dan gerakan ‘bike to work’. Di Jerman, hal ini sudah diterapkan, dan dalam 6 tahun ke depan, akan dijadikan regulasi dalam perancangan bangunan. Tiap bangunan umum/ kantor yang dirancang, harus menyediakan areal parkir kendaraan dengan fasilitas isi-ulang-listrik (charging facilities) dan menyediakan loker dengan fasilitas penyimpanan barang, mandi, dan ganti pakaian untuk mendukung kegiatan ‘bike to work’

(cuplikan dari materi seminar GBCI oleh Nigel Grier/ Manager Land, Water & Resources (The GreenAsia Group) dan Harry Hirsch, Dipl.Ing /Sustainable expert in Green Building (German Center))

12/01/2012

If hard architecture is the poetry of a product, soft architecture is about the poetry of its production - Kevin Mark Low

http://inabizz.com/blog/9-13-bulan-bersama-mister-dan-nyonya
05/12/2011

http://inabizz.com/blog/9-13-bulan-bersama-mister-dan-nyonya

Siang itu, adalah pertemuan kami yang kesekian kalinya. Ya pertemuanku dengan klienku. Pasangan suami istri yang baru beberapa tahun menikah. Sang suami erkebangsaan Inggris, sebut saja Mister. Sang istri adalah orang Bali asli, dan sebut saja Nyonya. Unik. Berbeda latar belakang budaya dan agama, b...

05/12/2011

Address

Serpong
Jakarta
15310

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

087771457717

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when [ba hospitality+design] posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to [ba hospitality+design]:

Share