14/02/2012
Network dan Sharing GBC Indonesia (Green Building Council Indonesia)
BIOCLIMATIC DESIGN = THINKING LIKE RAINFOREST
Pembaharuan cara mendesain dan menjalankan proyek dengan IDP = Inovative Design Process
Arsitektur vernakular Indonesia adalah arsitektur yang amat sederhana dan cerdas untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Sudah seharusnya digunakan oleh arsitek-arsitek di Indonesia.
Di Jerman, sertifikasi hijau berstandar amat tinggi.
AC amat mahal dan bangunan akan dikenakan pajak yang lebih tinggi jika memasang AC
Jika menggunakan AC,bangunan tersebut tidak akan menerima sertifikat hijau sama sekali
Membuang sampah dikenai biaya yang amat mahal. Semakin besar volumenya semakin mahal. Maka dari itu, sampah organik sebisa mungkin diolah di dalam bangunan sendiri/ dijadikan kompos
Hijau adalah jika mendaur ulang air hujan, bahkan air tetesan hujan yang ditampung pada malam hari , untuk digunakan kemudian
Penggunaan material ramah lingkungan lainnya seperti Kaca Low-E-Glass (yaitu jika lampu di ruangan tersebut dinyalakan, kaca akan berubah menjadi buram (opaque))
Kebijakan sertifikasi material yang boleh diimpor sudah dilakukan oleh Negara-negara Uni Eropa. Hal serupa juga sudah dijalankan oleh Negara Kanada dan Amerika Serikat. Kebijakan ini adalah membatasi material apa yang boleh masuk ke suatu negara, terkait dengan keberlanjutan material di negara sumber material.
Perhatian terhadap kesehatan penduduk; contoh kasus :
Penerapan material yang ramah lingkungan diterapkan pada bangunan yang di preservasi. Ketika ibukota Jerman dipindahkan dari Bonn ke Berlin ketika Jerman Barat sudah bersatu dengan Jerman Timur. Untuk menghemat biaya gedung perkantoran, maka digunakan bangunan-bangunan bersejarah eksisting. Bagian eksterior dipertahankan, namun bagian interiornya, harus dimusnahkan dahulu, seluruhnya karena amat beracun. Material-material tersebut kebanyakan terbuat dari plastik dan bahan kimia berbahaya, namun amat murah. Dahulu, ketika Jerman Timur masih berstatus negara komunis, negara amat membatasi pengeluaran, meski itu akan membahayakan jiwa manusia yang menggunakannya.Setelah diteliti, jika gedung itu, tetap menggunakan material-material beracun itu, dapat merusak paru-paru d an saluran pernapasan dalam waktu 2 minggu saja.
Perilaku yang mengarah pada keberlanjutan lingkungan, di antaranya adalah menggunakan kendaraan dengan bahan bakar listrik dan gerakan ‘bike to work’. Di Jerman, hal ini sudah diterapkan, dan dalam 6 tahun ke depan, akan dijadikan regulasi dalam perancangan bangunan. Tiap bangunan umum/ kantor yang dirancang, harus menyediakan areal parkir kendaraan dengan fasilitas isi-ulang-listrik (charging facilities) dan menyediakan loker dengan fasilitas penyimpanan barang, mandi, dan ganti pakaian untuk mendukung kegiatan ‘bike to work’
(cuplikan dari materi seminar GBCI oleh Nigel Grier/ Manager Land, Water & Resources (The GreenAsia Group) dan Harry Hirsch, Dipl.Ing /Sustainable expert in Green Building (German Center))