18/09/2020
Rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix)
Satu dari sekian banyak jenis Rangkong yang ada di indonesia.
Rangkong termasuk dalam family bucerotidae yang memiliki paruh berukuran besar dan bentuknya mirip cula, sehingga burung ini disebut dengan sebutan "hornbill" di dunia Internasional. Pada masyarakat lokal, Rangkong juga disebut julang, enggang, atau Taong bagi masyarakat Sulawesi.
Kalian tahu pada saat masa mating (kawin), Rangkong betina berperan mencari lubang di atas pohon yang cukup besar untuk bertelur, misalnya pohon Nantu (Palaqium amboinense). Nah terus gimana dengan peran si jantan?? Rangkong jantan juga memiliki peran yang sangat penting, ia menutup lubang dengan lumpur, dedaunan kering, atau lumut-lumutan. Sarang rangkong didesain sangat tertutup, hanya akan menyisakan lubang kecil untuk sirkulasi udara dan transfer makanan.
Betina akan terus tinggal di sarang untuk menjaga sang buah hati sampai anaknya menetas dan bisa terbang sendiri, kira-kira 4 bulan lamanya. Sepanjang waktu itu, si jantan bertugas menjaga sarang dari predator serta menyuapi betina dan anak-anaknya setiap hari.
Uniknya, burung Rangkong ini hanya akan punya satu pasangan seumur hidup. Jika yang satu mati, pasangannya stres, lalu ikut mati. Di pulau Kalimantan, burung Rangkong menjadi lambang dari kesetiaan dan juga cinta kasih.
Ironisnya, sifatnya yang monogami dan romantis itu justru menjadi sesuatu yang harus dibayar mahal bagi populasi Rangkong di habitatnya. Setiap 1 ekor yang diburu, artinya pemburu juga sudah membunuh pasangan si Rangkong dan anak-anaknya yang masih berada di dalam sarang. Pemburu Rangkong tak jarang hanya memotong paruhnya untuk dijadikan obat tradisional (penambah vitalitas) meski secara penelitian paruh Rangkong tidak memiliki khasiat tersebut.
Terlepas dari itu semua, kalian harus tau juga bahwa saat ini fakta perdagangan Satwa liar masih terjadi walau di era pandemi. Baru-baru ini kami menerima Pemulangan (Repatriasi) 91 satwa endemik Indonesia, salah satu diantaranya adalah Rangkong. Burung Rangkong juga termasuk salah satu jenis hewan yang masih saja diperdagangkan dan diburu oleh masyarakat.
Kasihan baget kan..?
Jadi, ayo kita tetap jaga Burung Rangkong dan juga satwa liar lainnya agar tetap lestari di alam.
Gimana caranya?
- Kalian bisa menjadi agen pembawa informasi bahwa Rangkong adalah salah satu hewan yang dilindungi jadi kita tidak boleh menangkap, memelihara, menjual, apalagi mengkonsumsi satwa tersebut.
- Kalian juga bisa melaporkan kepada aparat setempat apabila ada oknum yang melanggar hal tersebut.
Semangat Berjuang....๐ช๐ป๐ช๐ป