06/10/2023
Sekarang baru tau
Dulu, waktu kecil gak pernah tuh terpikir bagaimana proses nya seragam sekolah selalu ada di lemari dalam kondisi rapi. Yg penting setiap mau dipake, selalu ada.
Juga gak pernah mau tau bagaimana proses nya semua makanan selalu terhidang di meja makan setiap hari.
Setelah menjadi orangtua, baru tau bahwa ternyata itu bukan proses yang mudah.
Harus melewati rangkaian proses yang capek dan hiks....gak mudah.
Dulu, waktu kecil setiap demam rasanya senang banget, lgsg dibawa ke dokter, trus ditanyain kepengen makan apa, buah2an, martabak, sate padang, semua nya bebas reques.
Setelah menjadi orangtua, baru tau, ternyata untuk bisa memanjakan anak saat sakit seperti itu bukannya mudah.
Butuh kestabilan finansial dan butuh manajemen keuangan yg baik.
Dulu kesel sama orangtua karena selalu gak ngizinin kalau diajak temen keluar malam hari. Atau kalau ada kegiatan camping pramuka. Atau kalau ada kegiatan piknik bareng temen2 geng.
Setelah menjadi orangtua, baru tau, ternyata memang tak mudah memberikan izin untuk hal2 semacam itu. Ada banyak sekali yang harus dipertimbangkan.
Dulu kayaknya gak pernah tuh melihat beras habis di rumah.
Begitu juga dengan stok makanan pokok lainnya, alhamdulillah selalu cukup aja.
Sekarang setelah menjadi orangtua, baru tau, ternyata bukan hal yg mudah untuk selalu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. butuh perjuangan , kerja keras, dan manajemen keuangan yang baik.
Dulu pernah melawan ke orangtua. membantah ucapan orangtua.
Dan selalu menganggap mereka tidak mengerti aku.
Sekarang baru tau, ternyata sakit banget kalau sampai anak kita melawan atau membantah ucapan kita.
Dulu merasa normal saja kalau tiap liburan kenaikan kelas pasti minta jalan2 sama orangtua.
Sekarang baru tau, ternyata tidak semudah itu mengalokasikan budget untuk jalan2 di liburan sekolah.
Apalagi bertepatan dengan tahun ajaran baru dimana pasti akan banyak kebutuhan sekolah yang harus dibeli.
Padahal anak kami baru 3 saja. Bagaimana lagi ortu kami dulu yang anaknya rame dan cuma beda setahun2 doang.
Tak pernah kami melihat orangtua kami mengeluh.
Padahal pasti tak mudah. Padahal pasti berat.
MasyaAllah tabarakallah...
Ya Rahman ya Rahim.... Rahmatilah dan limpahkanlah kasih sayang kepada kedua orangtua kami.
Sungguh tak seujung kuku pun kami bisa membalas semua kasih sayang dan pengorbanan mereka kepada kami.
Mungkin orangtua kita punya banyak salah, mungkin orangtua kita kurang paham agama, mungkin orangtua kita terlalu diktator, dan banyak kekurangan lainnya, namun tetap mereka adalah orangtua kita.
Sekarang kitapun sudah menjadi orangtua, bagaimana rasanya? Apakah kita sudah seperfect itu menjadi orangtua? Mungkin iya menurut kita. Dalam POV anak kita belum tentu seperti itu.
Maka, yang masih menyimpan benci dan dendam kepada orangtua, semoga cepat menyadari, bahwa waktu kita tak banyak. Maafkanlah, ikhlaskanlah.
Kitapun sekarang sudah merasakan, bahwa memang tak mudah menjalani peran sebagai orangtua kan?
Bagi seorang ayah, bagaimana rasanya sekarang harus bekerja keras mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga? Berat kan pak?
Bagi seorang ibu, bagaimana rasanya sekarang harus berjibaku mengurus anak, suami, rumah, dan bahkan ditambah harus bekerja juga. Bagaimana rasanya bu?
Maka, begitu jugalah mungkin yang dirasakan orangtua kita dulu.
Maafkanlah mereka jika ada kenangan2 yg menyakitimu.
Jadikan itu pelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik lagi kepada anak2 kita.
Rabbighfirlii wa liwalidayya
Warhamhumaa kamaa rabbayanii saghiira...