24/08/2025
QNTL .... !!!
QNTL adalah istilah yang dipopulerkan oleh Ki Yus , merujuk pada kosa kata Quality coNTroL.
Quality Control adalah proses atau aktivitas yang dilakukan untuk memastikan bahwa suatu kebijakan atau produk atau layanan yang dihasilkan , sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan.
Dalam proses menuju GCG ( Good Corporate Governance) proses QNTL tentunya diterapkan dalam segala aspek, termasuk dalam hal budgeting.
Quality Control (QC) dalam budgeting berarti proses pengawasan, pemeriksaan, dan evaluasi atas penyusunan serta penggunaan anggaran agar sesuai dengan rencana, standar, dan tujuan organisasi.
Jadi bukan sekadar "cek produk", tapi cek kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran supaya:
Anggaran realistis (tidak terlalu tinggi atau rendah).
Penggunaan dana efisien & sesuai prioritas.
Tidak ada pemborosan, kebocoran, atau salah alokasi.
Melanjutkan pembahasannya sebelumnya, seperti kita ketahui bersama terkait dengan anggaran beras anggota dewan Rp 12juta per bulan ternyata sangat tidak masuk akal, oleh sebab itu kita coba positip thinking dengan mengganggap anggaran beras yang dimaksud adalah Uang Makan.
Jika dibagi bari kerja anggota dewan 20 hari kerja, maka anggaran makan anggota dewan per hari adalah Rp 600.000. Saya sudah melakukan ceking melalui media online, anggaran 1x makan yang layak untuk manusia tidak ada yang biayanya Rp 600.000 per porsi , yang paling mendekati hanya paket tumpengan.
Disumber lain kalau kita cari rupa menu lunch box yang elit, paling mahal disekitar Rp 300.000 per pax.
Tapi dalam pencarianku , para anggota dewan ini rata-rata tidak ada 1 pun dari mereka itu orang yang ekonomi susah atau sedang, rata-rata pasti orang kaya.
Lalu pertanyaannya apakah masih pantas kita memberi tunjangan kepada orang yang secara kemampuan ekonomi itu jelas tidak membutuhkan. Alias urgensinya tidak ada sama sekali.
Dengan begitu sudah jelas, tidak ada unsur efisiensi dalam point Tunjangan Beras 12juta/orang/bulan.
Jika dibandingkan dengan anggaran makan orang yang yang jelas-jelas membutuhkan makan dalam hal ini program MBG sungguh sangat miris melihat ketimpangannya.