Gubuku

Gubuku Gudang dan penerbitan buku, diskusi, dan dunia literasi. Kontak dan wa kami di 081237623673

21/05/2025

Waktu berlalu, zaman berganti, orang-orang datang dan pergi. Apa yang bisa ikut hilang bersama itu?
Pengetahuan.
Mari bersama-sama memahami knowledge capture untuk menyelamatkan pengetahuan tersebut.
Apa itu knowledge capture, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa krusial? šŸ‘‡
Knowledge Capture = proses mengubah pengetahuan ā€˜tacit’ (di kepala orang/buku fisik) jadi ā€˜eksplisit’ (digital, terstruktur, bisa diakses).
Contoh:
- Scan buku langka
- Wawancara ahli
- Analisis konten jadi database
Tanpa ini, pengetahuan rawan punah! šŸ’”
Contohnya:
1. Buku yang sudah langka di-scanned, lalu dikategorikan per tema (budaya, politik, dll).
2. Kutipan kunci di-extract jadi thread/blog.
3. Metadata-nya dibuat searchable.
Hasilnya? Pengetahuan tetap hidup! šŸ“–ā†’šŸ’»
Kenapa Knowledge Capture penting?
āœ… Anti lupa: Arsip tak lagi bergantung pada fisik.
āœ… Demokratisasi akses: Siapa pun bisa baca dari mana pun.
āœ… Dasar penelitian: Data terstruktur memudahkan analisis.

Bayangkan jika naskah kuno bisa ā€˜dihidupkan’ jadi konten media sosial! šŸš€
Bagaimana kamu bisa terlibat?
1. Donasikan buku langka ke perpustakaan digital.
2. Dokumentasikan wawancara dengan tetua/ahli lokal.
3. Gunakan tools seperti atau untuk arsip pribadi.
Dimulai dari hal kecil! 🌱 "

Pertanyaan:
ā€˜Apa pengetahuan di sekitarmu yang rawan punah jika tidak didokumentasikan?’
Yuk, sama-sama kita selamatkan. Boleh banget kolaborasi dengan Rehal.id.

Perempuan, yang secara historis berperan penting dalam menjaga keluarga dan komunitas, memiliki potensi besar untuk turu...
02/10/2024

Perempuan, yang secara historis berperan penting dalam menjaga keluarga dan komunitas, memiliki potensi besar untuk turut serta dalam semua fase penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca-bencana.

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

14/01/2024

Baca puisi dan cerpen Riyanto Rabbah di s.id/inaqpangke

Telah terbit, dengan riang gembira. Buku baru berjudul ā€œDi Bawah Permukaan Lautā€. Berisi cerita perjalanan Yuda Purnomo ...
06/01/2024

Telah terbit, dengan riang gembira. Buku baru berjudul ā€œDi Bawah Permukaan Lautā€. Berisi cerita perjalanan Yuda Purnomo bekerja di hotel Dubai dan kapal pesiar yang mengelilingi perairan Amerika. Semoga buku ini membawa manfaat, terutama bagi kamu yang ingin juga bekerja sambil keliling dunia. Yuk, semangat! šŸ™‚
Pemesanan, klik: s.id/rehal.

semacam biografi para kiai, dalam larik-larik puisi yang menarik. silakan.
30/09/2017

semacam biografi para kiai, dalam larik-larik puisi yang menarik. silakan.

yang promo, yang promo :)
28/09/2017

yang promo, yang promo :)

Yang hangat di Google Play Books. Silakan.
12/08/2017

Yang hangat di Google Play Books. Silakan.

TERORKekerasan, atas nama apa pun, pertama-tama hanya menyisakan getir kepedihan. Agama, ideologi, dan narasi besar lain...
31/05/2017

TEROR

Kekerasan, atas nama apa pun, pertama-tama hanya menyisakan getir kepedihan. Agama, ideologi, dan narasi besar lainnya yang ampuh sebagai dasar legitimasi, tak bisa menyangkal itu. Juga kata-kata bijak bahwa butuh pengorbanan untuk mewujudkan mimpi keadilan. Pertanyaan dasarnya masih sama: siapa yang bisa menjadi korban, dan mengapa dia boleh dikorbankan?

Agus Rois, lewat buku barunya berjudul Teror: Catatan Filsafat dan Politik tentang Firman dan Iman, seolah menyatakan tak ada yang layak dikorbankan atas dasar apa pun. ā€œKenapa mesti saling benci, memusuhi, bila ditinggalkannya dunia ini pada akhirnya, tua, sendiri, dan tak akan pernah kembali?ā€ ia balik bertanya.

Tapi bagaimana dengan janji para bidadari (kesenangan) di surga nanti (hidup setelah kematian hari ini)? Tak sedikit dari kita yang bersedia menjadi martir demi janji tersebut. Apakah mereka, para martir itu, bisa disebut orang-orang yang termakan janji semu? Tentu masalahnya lebih pelik lagi. Tak mudah membuktikan benar-tidaknya sesuatu yang terjadi kemudian. Yang bisa kita lakukan sebatas menunggu.

Namun kita juga bisa menggeser sudut pandang, sesuai fitrah manusia sebagai makhluk-yang-memaknai. Dalam hal ā€œbidadari di surga nantiā€ atau ā€œkesenangan dalam hidup setelah kematian hari iniā€, kita perlu memahami ā€œmatiā€ sebagai laku meninggalkan segala hasrat duniawi. Ini mencakup banyak hal: kekuasaan, kekayaan, ketenaran, dan sejenisnya.

Dengan demikian, surga bisa dijumpai jika—dan hanya jika—seseorang telah selesai dengan nafsu diri. Kepada merekalah pada bidadari akan menampakkan wujudnya. Sedangkan orang yang berjuang demi hasrat duniawi tak bisa disebut martir. Ia sekadar ā€œbakul desas-desusā€, semacam pengusaha yang meraup keuntungan dengan menjual ketakutan dan ancaman.

Toh, Teror karya Agus Rois tak hanya menuding para teroris ā€œyang tak ingin mencintai semua orang sebagai saudaraā€. Ia juga menunjukkan bagaimana timpangnya satu kubu (Islam) disudutkan sebagai sumber malapetaka, sementara kekerasan pun terjadi di tempat lain dan dilakukan kubu lain p**a.

Pada akhirnya memang tidak ada stigma tanpa agenda. Kan, cara termudah seorang maling meloloskan diri sambil menikmati harta jarahannya adalah dengan mendakwa orang lain sebagai maling. Celakanya, pihak di sekeliling mereka (para maling dan terdakwa maling), yang tidak tahu persis masalahnya, merasa perlu membela dengan lantang, bahkan kalau perlu sampai menyingsingkan lengan baju dan mengepalkan tangan.

Hingga kemudian yang dibela sesungguhnya bukan nilai yang utama: kebenaran, keadilan, kepentingan bersama, atau apa pun namanya. Melainkan mereka membela ikatan primordial atas nama kelompok. Ini menyedihkan sekaligus menggelikan, seperti diungkapkan Agus Rois, ā€œHari ke hari, orang masih s**a membunuh atas nama kitab suci, bertikai atas nama Tuhan, yang justru memberikan kehidupan.ā€

Tapi memang masih ada yang luput dari buku Teror. Terutama soal bagaimana roda kekuasaan bergerak mengakomodasi sekaligus memelihara teror agar lestari. Sebab, tak bisa dikesampingkan begitu saja latar belakang berdirinya Negara Islam Irak dan Suriah serta front sipil-paramiliter di Indonesia yang kini leluasa petantang-petenteng menggerebek sana-sini.

Address

Mataram

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gubuku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gubuku:

Share