04/02/2026
Tiga Macam Gamis
Ada tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan Gamis (baju) dalam kisah Nabi Yusuf As:
1. Gamis Dusta. Ini terjadi ketika kakak-kakak Nabi Yusuf berdusta kepada ayah mereka, Nabi Yaqub, agar diizinkan membawa Yusuf pergi. Setelah diizinkan, mereka bermusyawarah apakah Yusuf akan dibunuh atau dibuang, dan akhirnya diputuskan untuk dibuang. Mereka membuat skenario bohong bahwa Yusuf dimakan serigala. Gamis Yusuf dilumuri dengan darah palsu (darah hewan). Saat p**ang, mereka berpura-pura sedih dan menangis di hadapan ayahnya, menyodorkan gamis yang penuh darah dusta tersebut. Tentu saja, Nabi Yaqub sangat bersedih.
2. Gamis Fitnah. Ini adalah fitnah yang terjadi saat peristiwa hampir terjadinya perzinaan (hammat bihi wa hamma biha) dengan istri majikannya (Zulaikha). Wanita itu yang memulai, dan Nabi Yusuf sebagai manusia biasa pun hampir tergoda. Namun, saat itu datanglah bayangan ruhani ayahnya. Nabi Yaqub mengingatkan, "Hai Yusuf, bukankah namamu sudah terdaftar dalam barisan para nabi?" Mendengar itu, Nabi Yusuf lari menjauh. Gamisnya ditarik dari belakang oleh istri majikannya hingga robek. Di pengadilan, gamis yang robek di belakang ini menjadi bukti kebenaran Yusuf, namun sayangnya hakim saat itu tidak adil.
3. Gamis Kesembuhan (Tabarruk). Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Yusuf sudah sukses menguasai perbendaharaan pangan di Mesir saat musim paceklik. Nabi Yaqub memerintahkan anak-anaknya ke Mesir untuk meminta sembako. Singkat cerita, Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara seibunya, Bunyamin, dan merangkulnya. Kakak-kakaknya pun akhirnya bersujud dan menyatakan penyesalan. Nabi Yusuf kemudian memerintahkan mereka untuk membawa gamisnya dan melemparkannya (mengusapkannya) ke wajah Nabi Yaqub. Atas izin Allah, Nabi Yaqub yang tadinya buta karena kesedihan, langsung bisa melihat kembali. Inilah yang disebut Tabarruk. Gamis yang dipakai Nabi Yusuf mengandung keberkahan, namun gamis itu hanyalah wasilah (perantara).
Kajian Rabu bersama Syekh Akbar M. Fathurahman, M.Ag
17 Desember 2025
Umi Kulsum