07/01/2026
DAKWAH DAN ILMU
Estimasi: Nabi SAW baru menerima sekitar 5 hingga 10 ayat saja sebelum diperintahkan untuk mulai berdakwah atau memberi peringatan kepada kaumnya.
Ada sedikit perbedaan konteks yang sering tertukar antara Surah Al-Muzzammil dan Surah Al-Muddassir, meskipun keduanya dimulai dengan panggilan kepada "orang yang berselimut".
Berikut adalah penjelasannya:
Perintah dalam Surah Al-Muddassir (Surat ke-74)
Nah, ayat yang secara spesifik merupakan perintah untuk mulai berdakwah secara aktif adalah Surah Al-Muddassir.
Bunyi Ayat: "Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!" (QS. Al-Muddassir: 1-2).
Tujuan: Di sinilah Allah memerintahkan Nabi untuk bangkit dan mulai menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain secara terang-terangan.
Kesimpulannya:
Al-Muzzammil: Bangun untuk sholat malam (mencari kekuatan spiritual).
Al-Muddassir: Bangun untuk berdakwah (memberi peringatan kepada manusia).
Keduanya saling melengkapi: seorang pengemban misi dakwah membutuhkan kekuatan spiritual dari ibadah malam agar mampu menghadapi tantangan.
Surah Al-Muddassir (khususnya ayat 1–7) diturunkan pada awal masa kenabian di Makkah, sekitar tahun 610–614 M, setelah masa kekosongan wahyu (Fatratul Wahyu).
Berikut adalah rincian untuk menjawab rasa penasaran Anda mengenai tingkat pengetahuan agama Nabi SAW saat itu:
1. Jumlah Ayat yang Sudah Turun
Secara mayoritas, para ulama bersepakat bahwa Surah Al-Muddassir adalah surah kedua yang turun secara utuh atau sebagian.
Sebelum perintah berdakwah dalam surah ini turun, hanya ada sangat sedikit ayat yang telah diterima Nabi SAW:
Surah Al-'Alaq (ayat 1–5): Ini adalah wahyu pertama yang berisi perintah membaca dan pengenalan Allah sebagai Pencipta.
Beberapa pendapat menyebutkan Surah Al-Muzzammil atau Al-Fatihah juga turun di awal, namun Al-Muddassir tetap menempati urutan yang sangat dini (urutan ke-4 secara kronologis menurut beberapa sumber).
Estimasi: Nabi SAW baru menerima sekitar 5 hingga 10 ayat saja sebelum diperintahkan untuk mulai memberi peringatan kepada kaumnya.
2. Kadar Pengetahuan Agama Saat Memulai Dakwah
Berdasarkan urutan wahyu tersebut, dapat disimpulkan bahwa saat Nabi SAW mulai berdakwah:
Fokus Tauhid:
Pengetahuan yang beliau sampaikan bukan tentang hukum-hukum fikih yang rumit (seperti waris, haji, atau zakat mal), karena hal itu belum diturunkan.
Pesan Utama:
Dakwah awal beliau hanya berfokus pada Esa-nya Allah (Tauhid), kebersihan jiwa, kesabaran, dan peringatan akan hari kiamat.
Bimbingan Bertahap:
Allah tidak memberikan seluruh pengetahuan agama sekaligus. Surah Al-Muddassir sendiri berisi instruksi dasar: bangun, beri peringatan, agungkan Tuhanmu, bersihkan pakaianmu, dan tinggalkan perbuatan dosa.
Jadi, secara teknis "pengetahuan agama" Nabi SAW saat baru mulai berdakwah sangatlah sederhana namun fundamental, yaitu mengajak manusia kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan berhala.