30/09/2025
CASE CLOSED
Bukti sudah ada, tidak perlu sindir sana sini seolah paling berjuang. Yang bisa ambil keputusan itu kepala daerah bukan legislatif.
Sodorin saja surat ini ke manajemen GWK, bupati saat itu, dan juga gubernurnya.
Mbok Niluh bukan tipe rombongan kemana masalah dihadapi masyarakat, kemudian ikut berbondong ke lokasi seolah paling berjuang.
Tanpa mengurangi rasa sayang pada semeton Ungasan, Mbok menghormati pihak-pihak yang sudah datang ke lokasi. Bukan malah ikut-ikutan kesana. Jika Mbok tangani, kalian tuduh Mbok tidak paham tupoksi dan mengusir Mbok ke Jakarta kerja di pusat saja. Jika Mbok turut menyuarakan saat DPRD dan Gubernur Bali sudah ke bikin statement nanti malah kalian bilang Mbok Niluh cari panggung.
Dimata pemuja kekuasaan, Niluh Djelantik bernafas saja sudah salah. Nggak mempan menyerang kinerja lanjut menyerang personal. Gak capek kalian hidup kalian bangun tidur bangun hanya untuk mengurus seorang Niluh Djelantik ?????? Alihkan sejenak perhatian kalian pada ratusan wakil rakyat di Bali dan kepala daerah. Gunakan akal sehat kalau nurani sudah kalian tidak punya.
Silakan berjuang dengan cara kalian. Merendahkan Mbok Niluh hanya akan bikin rakyat tambah antipati.
Sekarang kasi surat ini ke gubernur Bali. Tunjukkan surat ini ke bupati Badung saat itu. Mereka sudah menjadi kepala daerah kan ??? Mereka eksekusi. Itu kewenangan mereka. Astungkara segera semeton Ungasan dan puluhan usaha yang juga mengalami masalah sama bisa segera mendapatkan hak mereka.
CASE CLOSED.
Sebagai mana Mbok berusaha agar kalian tidak kena karma buruk atas perlakuan kalian pada Mbok, jika di pikiran kalian hanya ada rasa dengki dan benci, Mbok serahkan pada kalian untuk bertanggung jawab pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas setiap tuduhan kalian.
NILUH DJELANTIK
Senator RI Bali B-67