Slemania

Slemania Jiwa jiwa tak terkalahkan

08/03/2016
08/03/2016

RUMAH SAKIT MATA DR.YAP MELARANG WARGA YOGYA MELIHAT GERHANA MATAHARI SECARA LANGSUNG.

Mohon sebarkan!
------
TEMPO.CO, YOGYAKARTA- Rumah Sakit Mata Dr Yap Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tidak secara langsung melihat gerhana matahari besok. Pengamatan secara langsung ke gerhana matahari bisa menyebabkan kerusakan retina yang akan memicu kebutaan.

“Kalau retina mengalami gangguan, itu artinya kerusakan permanen, tidak bisa disembuhkan,” kata juru bicara RS Mata Dr Yap, Khrisna Prima Atmaji, kepada Tempo, kemarin.

Kerusakan retina akibat melihat gerhana matahari secara langsung bisa terjadi secara langsung dan berangsur. “Pada anak-anak yang matanya jernih bisa lebih berbahaya karena sinar matahari yang masuk ke retinanya bisa lebih banyak ketimbang pada orang dewasa,” ujarnya.

Khrisna mengatakan para ahli mata di RS Dr Yap khawatir akan euforia masyarakat Indonesia dalam menyambut munculnya gerhana matahari total besok. “Saat gerhana matahari pada 1983, peringatan pemerintah soal bahayanya memang berlebihan, tapi berdampak kecilnya kasus kerusakan retina,” tuturnya.

Khrisna mengeluhkan minimnya edukasi ke masyarakat tentang cara aman dalam melihat gerhana matahari. Dia mencontohkan banyak kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari dijual secara bebas. “Padahal belum jelas bahannya, dan semua dokter mata di RS Dr Yap tidak berani menilainya aman,” kata Khrisna.

Dia menambahkan, cara melihat gerhana matahari dari pantulan air di dalam baskom juga tetap bisa memicu kerusakan retina. Khrisna juga mengingatkan melihat gerhana secara langsung dengan lensa teropong juga berbahaya bagi retina. “Apalagi hanya memakai kacamata hitam, bisa tambah bahaya,” ujarnya.

Adapun dokter spesialis retina dari RS Dr Yap Yogyakarta, Muhammad Bayu Sasongko, menjelaskan, gerhana matahari mudah menggoda orang berlama-lama melihat matahari. Hal ini berbeda ketika manusia melihat matahari di saat hari biasa sebab mata mudah merespon dengan kedipan dan kontraksi pupil.

Bayu merekomendasikan sejumlah cara aman untuk menikmati gerhana matahari. Cara teraman, kata dia, adalah melihatnya secara tidak langsung lewat televisi atau rekaman kamera. “Atau teleskop yang merefleksikan proses terjadinya gerhana ke layar lain yang bisa dilihat mata.”

CEO Bali United Pusam, Yabes Tanuri, mengakui dirinya merupakan salah satu pengagum suporter PSS Sleman. Hal itu ditutur...
24/02/2016

CEO Bali United Pusam, Yabes Tanuri, mengakui dirinya merupakan salah satu pengagum suporter PSS Sleman. Hal itu dituturkannya setelah melihat aksi suporter PSS saat timnya beruji coba di Sleman, maupun selama turnamen Bali Island Cup II, 18-23 Februari 2016.

"Saya senang melihat mereka (suporter PSS). Selalu bernyanyi sepanjang laga, dan tidak pernah terdengar nyanyian rasis. Bahkan saat tim mereka ketinggalan sekalipun, dukungan mereka semakin keras. Saat ini, mereka yang terbaik di Indonesia," kata Yabes, kepada Goal Indonesia.

Selain itu, Yabes mengungkapkan pemilihan PSS sebagai satu-satunya wakil Divisi Utama di BIC II, salah satunya adalah lantaran faktor suporter tim Super Elang Jawa tersebut.

SIMAK JUGA
Hat-Trick Cristian Gonzales Benamkan PSS Sleman
Tanpa Pelatih, Pemain PSS Kebingungan
Bali United Pusam Gagal Bekuk PSS Sleman
"Sebagai klub baru, kami harus belajar dari kakak-kakak kami dan suporter Bali United saya harap mampu belajar dari mereka," jelasnya.

Selain suporter PSS, hadir p**a para suporter dari kontestan lainnya yaitu Aremania (suporter Arema) dan Bobotoh (suporter Persib). Suporter tuan rumah Semeton Dewata juga selalu meramaikan BIC.

Sementara itu, pada laga pemungkas Bali United hanya bermain imbang 1-1, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (23/2). Dengan hasil ini, Bali United menempati posisi ketiga, sedangkan PSS menjadi juru kunci.(gk-62)

Yabes meminta suporter Bali United itu untuk mencontoh suporter PSS.

29/12/2015
Sartono menganggap pemain asal Belanda tersebut tidak memiliki kemampuan sesuai harapan.Pelatih PSS Sleman Sartono Anwar...
22/12/2013

Sartono menganggap pemain asal Belanda tersebut tidak memiliki kemampuan sesuai harapan.
Pelatih PSS Sleman Sartono Anwar memulangkan striker asal Belanda Emile Linkers setelah dianggap gagal memperlihatkan kualitas terbaiknya saat menjalani seleksi.

Menurut Sartono, kemampuan Linkers dinilai tidak memenuhi harapan, sehingga striker yang terakhir kali memperkuat Persepam Madura United ini tidak dipertahankan.

“Kemampuan Linkers tidak bagus selama seleksi di PSS. Karena itu, kami melepasnya. Kami juga masih akan mencari pemain yang lebih bagus," ujar Sartono.

PSS merencanakan merekrut tiga pemain asing untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama (DU) musim depan. Untuk saat ini baru Kristian Adelmund yang hampir dipastikan menjadi salah satu pemain asing di skuat PSS.

Adelmund sendiri bergabung dengan PSS di putaran kedua kompetisi DU PT LPIS musim lalu. Dirinya turut mengantarkan PSS menjadi juara DU.

Sartono membutuhkan dua pemain asing untuk posisi tengah dan depan. Di lini tengah, tim berjuluk Elang Jawa ini merencanakan merekrut gelandang asal Korea Selatan, Shin Hyun-Joon. Musim lalu, Shin bermain di Perseman Manokwari.

"Kami masih menunggu kedatangan Shin. Saat ini, dia masih di Korsel. Dia menyampaikan akan datang ke Sleman. Berbeda di musim lalu yang hanya memakai satu asing, kini kami akan merekrut tiga pemain asing," jelas Supardjiono, manajer PSS. (gk-51)

Sartono menganggap pemain asal Belanda tersebut tidak memiliki kemampuan sesuai harapan.

28/04/2012

Pengendara moge2 itu pancen asu ! Dalane mbahmu po???

25/04/2012

"Damai Itu Indah, Yes or No? Dan hanya pengikut Dajjal yg menyukai keonaran..."

08/02/2012

Jakarta - Kasus tuduhan perzinaan atas Zumi Zola memasuki babak baru. Bernaldi Kadir Djemat atau Aldi yang sebelumnya melaporkan Zumi ke polisi atas tuduhan berzina dengan istrinya, Peni Farnita kini malah resmi jadi tersangka. Wah!

Kasus ini memang cukup rumit. Aldi jadi tersangka atas tuduhan penganiayaan terhadap sekretaris ibunda Farnita, Rudi. Kejadian itu memang merupakan buntut dari tuduhan perzinaan yang dilakukan Farnita dengan Zumi Zola.

Aldi dilaporkan atas dugaan tindak penganiayaan yang dilakukannya pada Oktober 2011 lalu. Menurut kuasa hukum Aldi, Humprey Djemat kejadian itu juga bermula ketika Aldi mendatangi rumah Farnita.

Ia menambahkan, saat itu Aldi mempunyai niat untuk bertemu dengan putranya. Namun, tampaknya Farnita tak menerimanya dengan baik.

"Sebenarnya ini kasus yang sudah lama, yang lapor itu adalah sekretaris dari ibunya Peni Farnita. Diadukan atas kesalahpahaman, Aldi mau masuk rumah bertemu anaknya tapi terjadi dorong-dorongan dengan sekretaris hingga sekretaris itu jatuh," jelas Humprey saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2012).

Sampai saat ini Aldi masih berada di Polres Jaksel. Bahkan Humpret yakin Aldi bakal ditahan.

"Hampir 99 persen Aldi mau ditahan, hari ini dia mau ditahan. Suratnya sudah datang dan kita tolak tanda tangan," ungkapnya.

JAKARTA (Pos Kota) – Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berdiri sebagai organisasi tandingan PSSI. Bahkan, mer...
30/12/2011

JAKARTA (Pos Kota) – Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berdiri sebagai organisasi tandingan PSSI. Bahkan, mereka mengklaim sudah mengambil alih kewenangan PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin.

Berdirinya KPSI merupakan bentuk mosi tidak percaya kepada pengurus PSSI yang diklaim didukung 452 anggota PSSI atau 2/3 lebih anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) di Pullman Hotel, beberapa waktu.

Dalam keterangan pers Rabu (28/12) malam), KPSI menegaskan berwenang mengurus seluruh kegiatan sepakbola nasional. “Mulai hari ini, Rabu (28/12) KPSI sesuai amanah berwenang mengurusi seluruh kegiatan sepakbola nasional. Seperti yang sudah diamanatkan RASN, di mana lebih 452 anggota mengamanahkan KPSI mengawal mosi tidak percaya terhadap PSSI,” kata Ketua KPSI, Tony Apriliani, dalam jumnpa persnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/12) malam.

Tony lebih lanjut menegaskan, karena PSSI dinilai tidak kredible memimpin organisasi maka KPSI yang akan mengambil kewenangan kegiatan sepakbola nasional. Untuk menjalankan aktivitas KPSI, dalam struktur organisasinya ada posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang akan mengurusi seluruh masalah administrasi KPSI sampai digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

Hinca Pandjaitan yang merupakan mantan Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di era rezim Nurdin Halid diangkat menjadi Sekjen KPSI. “KPSI sepakat mengangkat saudara Hinca Pandjaitan sebagai Sekjen KPSI. Beliau yang akan mengadmin dan menuntaskan segala keperluan KPSI. Dan kebetulan beliau siap,” kata Tony Apriliani yang dipecat Komite Etik PSSI, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, setelah beberapa bulan tergusur dari kepengurusan baru, mantan pengurus PSSI rezim Nurdin Halid lainnya juga ‘turun gunung’. KPSI juga membentuk dua lembaga peradilan seperti layaknya PSSI, yakni Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Banding (Komding).

Lagi, nama-nama pengurs era Nurdin Halid kembali dipercaya menempati posisi tersebut. Alfred Simanjuntak ditujunjuk sebagai Ketua Komdis, sedangkan Gusti Randa, M. Nigara, Viktor Sitanggagang dan Abidin duduk sebagai anggota.

Di jabatan Komding, KPSI menunjuk mantan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Erwin Tobing sebagai Ketua Komding. Nama-nama anggota Komding pun tidak asing didengar karena mereka juga pengurus PSSI era Nurdin Halid seperti Syarifudin Suding, Arteria Dahlan, dan Ramli Ibrahim.

Nama-nama seperti Gusti Randa, Syarifudin Suding, Arteria Dahlan ini pernah menjadi anggota Komite Pemilihan jelang Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI 2011. Di tengan mereka nama Nurdin Halid, Nirwan Bakrie lolos sebagai calon ketua umum PSSI, dan menggagalkan nama George Toisutta serta Arifin Panigoro.

KPSI pun juga mengangkat Ketua Pengprov PSSI Riau, Indra Mukhlis Adnan yang dikenal pembela Nurdin Halid. Dia ditujuk sebagai Ketua Badan Liga Sepakbola Amatir (BLAI) KPSI.(ian/b)

JAKARTA (Pos Kota) - Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berdiri sebagai organisasi tandingan PSSI. Bahkan, mereka mengklaim sudah mengambil alih

30/12/2011

"Admin menyarankan untuk memboikot koran Tribun Jogja, dimana beritanya lebih banyak membela kepentingan oknum2 dari turnamen tak resmi yg didanai penjahat lumpur Lapindo"

15/08/2011

Lebih baik PSS Sleman tetap di liga amatir. Tak perlu merger. Berjuang dgn usaha sendiri dan melaju dengan kebanggaan abadi. Bravo PSS Sleman, PRIDE of 1976!

Address

Kompleks Stadion Tridadi
Sleman

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Slemania posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Slemania:

Share