D.A.T ICE CREAM Surabaya

D.A.T ICE CREAM Surabaya Di jamin 100% Enak, Sehat & Lezat
Menerima pesanan dalam acara Khitanan, Wedding, Birthday, dll

04/05/2017

*NIKAH GRATIS DI HOTEL SHERATON SBY*
_25 November 2017_

Untuk 300 pasang pengantin
Fasilitas :
💍Mas Kawin,
🎀 Rias Pengantin,
✍ Biaya Pendaftaran Nikah ke KUA:
💰Uang Saku,
🍽Jamuan Hidangan

Semua biaya ditanggung oleh Tabarru dr Kuwait.

Bagi yg berminat segera daftar ke Masjid Agung kebonsari, dg membawa Fotocopy KTP & KK, hubungi Bpk H. Maman

(tolong sebarkan, barangkali ada sanak saudara / tetangga yg membutuhkannya) Jazakumulloh khoiron katsiron 🙏
Cc: @ +62 858-8878-3239 @ +62 813-9437-3012 @ +62 852-2452-2919

04/05/2017

Bapak/ibu yg punya anak/cucu/saudara yg usianya dibawah 17 tahun wajib mengurus KIA atau kartu identitas anak karena fungsi kartu ini serupa dengan KTP.

Syaratanya
1. akta lahir asli + foto copy
2. KK orang tua
3. KTP ayah + ibu asli dan foto copy
4. Foto 3x4 (umur 5 tahun k bawah tdk perlu)

Perlu d ketahui untuk pendaftaran sekolah dan seluruh keperluan yg menyangkut kependudukan sekarang perlu melampirkan KIA.

Monggo yg belum mengurus langsung k Dispenduk.

Tidak perlu pengantar RT/RW.

Nb : yg melakukan pelaporan/pengurusan yaitu orang tua kandung
Semoga bermanfaat

28/03/2017



Home Ibadah Puasa

IbadahPuasa

Adakah Puasa Bulan Rajab?

By Ammi Nur Baits -

Apr 7, 2016





Puasa Bulan Rajab

Pertanyaan:

Akhir-akhir ini, banyak orang yang berpuasa di awal bulan Rajab. Saya ingin bertanya, apakah ada tuntunannya dari Rasulullah puasa hanya di awal bulan Rajab atau hanya beberapa hari saja di bulan Rajab?

Hendra Irawan (**hendra@***.com)

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab, baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan di bulan Rajab adalah hadis dhaif dan tertolak.

Ibnu Hajar mengatakan,

لم يرد في فضل شهر رجب ، ولا في صيامه ، ولا في صيام شيء منه معين ، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة ، وقد سبقني إلى الجزم بذلك الإمام أبو إسماعيل الهروي الحافظ

“Tidak terdapat riwayat yang sahih yang layak dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, tidak p**a riwayat yang shahih tentang puasa rajab, atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab, atau shalat tahajud di malam tertentu bulan rajab. Keterangan saya ini telah didahului oleh keterangan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al-Harawi.” (Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, hlm. 6)

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Imam Ibnu Rajab. Dalam karyanya yang mengupas tentang amalan sepanjang tahun, yang berjudul Lathaiful Ma’arif, beliau menegaskan tidak ada shalat sunah khusus untuk bulan rajab,

لم يصح في شهر رجب صلاة مخصوصة تختص به و الأحاديث المروية في فضل صلاة الرغائب في أول ليلة جمعة من شهر رجب كذب و باطل لا تصح و هذه الصلاة بدعة عند جمهور العلماء

“Tidak terdapat dalil yang sahih tentang anjuran shalat tertentu di bulan Rajab. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat Raghaib di malam Jumat pertama bulan Rajab adalah hadis dusta, batil, dan tidak sahih. Shalat Raghaib adalah bid’ah, menurut mayoritas ulama.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)

Terkait masalah puasa di bulan Rajab, Imam Ibnu Rajab juga menegaskan,

لم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه و سلم و لا عن أصحابه و لكن روي عن أبي قلابة قال : في الجنة قصر لصوام رجب قال البيهقي : أبو قلابة من كبار التابعين لا يقول مثله إلا عن بلاغ و إنما ورد في صيام الأشهر الحرم كلها

“Tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan, ‘Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.’ Namun, riwayat ini bukan hadis. Imam Al-Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, ‘Abu Qilabah termasuk tabi’in senior. Beliau tidak menyampaikan riwayat itu, melainkan hanya kabar tanpa sanad.’ Riwayat yang ada adalah riwayat yang menyebutkan anjuran puasa di bulan haram seluruhnya” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213)

Keterangan Ibnu Rajab yang menganjurkan adanya puasa di bulan haram, ditunjukkan dalam hadis dari Mujibah Al-Bahiliyah dari bapaknya atau pamannya, Al-Bahily. Sahabat Al-Bahily ini mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelah bertemu dan menyatakan masuk islam, beliau kemudian p**ang kampungnya. Satu tahun kemudian, dia datang lagi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ya Rasulullah, apakah anda masih mengenal saya.” Tanya Kahmas,

“Siapa anda?” tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Saya Al-Bahily, yang dulu pernah datang menemui anda setahun yang lalu.” Jawab sahabat

“Apa yang terjadi dengan anda, padahal dulu anda berbadan segar?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Saya tidak pernah makan, kecuali malam hari, sejak saya berpisah dengan anda.” Jawab sahabat.

Menyadari semangat sahabat ini untuk berpuasa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,

لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ، صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ، وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ

Mengapa engkau menyiksa dirimu. Puasalah di bulan sabar (ramadhan), dan puasa sehari setiap bulan.

Namun Al-Bahily selalu meminta tambahan puasa sunah,

“Puasalah sehari tiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Dua hari setiap bulan.” Orang ini mengatakan, “Saya masih kuat. Tambahkanlah!” “Tiga hari setiap bulan.” Orang ini tetap meminta untuk ditambahi. Sampai akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kalimat pungkasan,

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali ramadhan)…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya. Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dinilai dhaif oleh ulama lainnya).

Bulan haram artinya bulan yang mulia. Allah memuliakan bulan ini dengan larangan berperang. Bulan haram, ada empat: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Puasa di Bulan Haram

Hadis Mujibah Al-Bahiliyah menceritakan anjuan untuk berpuasa di semua bulan haram, sebagaimana yang ditegaskan Ibnu Rajab. Itupun anjuran puasa ini sebagai pilihan terakhir ketika seseorang hendak memperbanyak puasa sunah, sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Al-Bahily. Karena itu, terlalu jauh ketika hadis ini dijadikan dalil anjuran puasa di bulan rajab secara khusus, sementara untuk bulan haram lainnya, kurang diperhatikan. Karena praktek yang dilakukan beberapa ulama, mereka berpuasa di seluruh bulan haram, tidak hanya bulan rajab. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Rajab,

قد كان بعض السلف يصوم الأشهر الحرم كلها منهم ابن عمر و الحسن البصري و أبو اسحاق السبيعي و قال الثوري : الأشهر الحرم أحب إلي أن أصوم فيها

Beberapa ulama salaf melakukan puasa di semua bulan haram, di antaranya: Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Subai’i. Imam Ats-Tsauri mengatakan, “Bulan-bulan haram, lebih aku cintai untuk dijadikan waktu berpuasa.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213).

Para Sahabat Melarang Mengkhususkan Rajab untuk Puasa

Kebiasaan mengkhususkan puasa di bulan rajab telah ada di zaman Umar radhiyallahu ‘anhu. Beberapa tabiin yang hidup di zaman Umar bahkan telah melakukannnya. Dengan demikian, kita bisa mengacu bagaimana sikap sahabat terhadap fenomena terkait kegiatan bulan rajab yang mereka jupai.

Berikut beberapa riwayat yang menyebutkan reaksi mereka terhadap puasa rajab. Riwayat ini kami ambil dari buku Lathaiful Ma’arif, satu buku khusus karya Ibnu Rajab, yang membahas tentang wadzifah (amalan sunah) sepanjang masa,

روي عن عمر رضي الله عنه : أنه كان يضرب أكف الرجال في صوم رجب حتى يضعوها في الطعام و يقول : ما رجب ؟ إن رجبا كان يعظمه أهل الجاهلية فلما كان الإسلام ترك

Diriwayatkan dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau memukul telapak tangan beberapa orang yang melakukan puasa rajab, sampai mereka meletakkan tangannya di makanan. Umar mengatakan, “Apa rajab? Sesungguhnnya rajab adalah bulan yang dulu diagungkan masyarakat jahiliyah. Setelah islam datang, ditinggalkan.”

Dalam riwayat yang lain,

كرِهَ أن يَكونَ صِيامُه سُنَّة

“Beliau benci ketika puasa rajab dijadikan sunah (kebiasaan).” (Lathaif Al-Ma’arif, 215).

Dalam riwayat yang lain, tentang sahabat Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu,

أنه رأى أهله قد اشتروا كيزانا للماء واستعدوا للصوم فقال : ما هذا ؟ فقالوا: رجب. فقال: أتريدون أن تشبهوه برمضان ؟ وكسر تلك الكيزان

Beliau melihat keluarganya telah membeli bejana untuk wadah air, yang mereka siapkan untuk puasa. Abu Bakrah bertanya: ‘Puasa apa ini?’ Mereka menjawab: ‘Puasa rajab’ Abu Bakrah menjawab, ‘Apakah kalian hendak menyamakan rajab dengan ramadhan?’ kemudian beliau memecah bejana-bejana itu. (Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni 3/107, Ibn Rajab dalam Lathaif hlm. 215, Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa 25/291, dan Al-Hafidz ibn Hajar dalam Tabyi Al-Ujb hlm. 35)

Ibnu Rajab juga menyebutkan beberapa riwayat lain dari beberapa sahabat lainnya, seperti Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, bahwa mereka membenci seseorang yang melakukan puasa rajab sebulan penuh.

Sikap mereka ini menunjukkan bahwa mereka memahami bulan rajab bukan bulan yang dianjurkan untuk dijadikan waktu berpuasa secara khusus. Karena kebiasaan itu sangat mungkin, tidak mereka alami di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesimp**an:

Kesimp**an dari keterangan di atas,

Tidak dijumpai dalil khusus yang menyebutkan keutamaan bulan rajab.Tidak dijumpai dalil yang menyebutkan keutamaan puasa rajab atau shalat sunah khusus di bulan rajab.Beberapa sahabat melarang orang mengkhususkan puasa khusus di bulan rajab atau melakukan puasa sebulan penuh selama bulan rajab.Dalil yang menyebutkan keutamaan khusus bagi orang yang melakukan puasa rajab adalah hadis dhaif, dan tidak bisa dijadikan dalil.

07/03/2017
01/02/2017

Kini D.A.T ICE CREAM SURABAYA

Ad d aplikasi android Tuupai
Buruan d download yukk

17/11/2016

“You are what you eat.” Pepatah berbahasa asing ini jelas menegaskan bahwa apa yang Anda makan akan memengaruhi diri Anda, baik performa harian maupun untuk kesehatan jangka panjang. Hal ini juga mencakup kesehatan jantung Anda.
Memilih makanan harus dilakukan dengan selektif. Apalagi, kini banyak tersedia makanan praktis dan cepat saji, namun tidak semuanya bersahabat untuk jantung. Jenis makanan tertentu bahkan berbahaya untuk jantung, dan diam-diam menumpuk risiko terjadinya penyakit jantung pada kemudian hari.
Berikut adalah jenis-jenis makanan yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung:
Lemak jenuh dan lemak trans
Jenis lemak ini banyak terdapat pada margarin, butter, lemak daging, dan minyak sawit. Lemak ini juga terdapat di semua makanan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak tersebut. Asupan lemak berlebih akan mengendap di dinding pembuluh darah jantung dan dapat menyumbat aliran darah. Akibatnya, dapat terjadi serangan jantung mendadak.
Untuk menghindari ancaman penyakit jantung akibat jenis lemak ini, batasi asupan lemak jenuh maksimal empat belas gram per hari dan lemak trans dua gram per hari. Sebagai gantinya, gunakan sumber lemak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau canola.
Produk olahan daging
Pada produk olahan daging seperti sosis, bacon, salami, dan smoked beef terdapat kandungan garam, nitrat, dan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan jantung. Sebisa mungkin hindari jenis makanan ini, atau batasi asupannya maksimal dua kali seminggu dengan porsi kurang dari delapan puluh gram per saji.
Garam sendiri adalah ‘musuh’ jantung dan pembuluh darah. Banyaknya asupan garam akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang dalam jangka panjang akan merusak organ dalam satu per satu, termasuk jantung. Dengan mengurangi asupan garam tiga gram per hari, Anda menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak enam belas persen.
Soda dan minuman berkadar gula tinggi
Daftar minuman jenis ini termasuk minuman ringan bersoda, jus dengan pemanis, dan berbagai minuman manis lainnya. Tahukah Anda, dalam satu kaleng minuman ringan bersoda terkandung gula yang takarannya setara dengan sepuluh sendok makan gula? Kandungan gula yang sangat tinggi ini berpotensi menimbulkan obesitas pada kemudian hari. Obesitas dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi) –dua penyakit yang dapat merusak jantung Anda. Satu kaleng minuman bersoda setiap harinya cukup untuk meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung sebanyak 23%.
Untuk menghindari terjadinya penyakit jantung pada kemudian hari, hindari jenis-jenis makanan dan minuman tersebut dan ganti dengan pilihan yang lebih sehat. Di samping itu, pastikan Anda berolahraga teratur, cukup beristirahat, serta menghindari gaya hidup yang merugikan jantung Anda seperti merokok dan stres.

Address

Jalan Manukan Tengah Gang 9 Blok 6i No. 17 Rt. 01 Rw. 04
Surabaya
60185

Opening Hours

Monday 07:00 - 20:00
Tuesday 07:00 - 20:00
Wednesday 07:00 - 20:00
Thursday 07:00 - 20:00
Friday 07:00 - 20:00
Saturday 07:00 - 20:00
Sunday 07:00 - 20:00

Telephone

087852408167

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when D.A.T ICE CREAM Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share