20/02/2020
TERPAKSA NGERIBA ?
Oleh : Developer Property Syariah
๐ฆ๐ป "Assalamualaikum, pak. Mau tanya, kalau saya ambil rumah dengan cara KPR di bank apakah nanti diakhirat akan dimintai pertanggungjawaban ?"
๐ณ๐ปโโ Jangankan yang pake KPR bank, yang beli cash dan halal pun akan dihisab. Yang dapat warisan dari orang tua pun kena hisab p**a.
๐ฆ๐ป "Lho, kok begitu ?"
๐ณ๐ปโโ Iyya. Harta itu halalnya dihisab. Haramnya beroleh adzab
๐ฆ๐ป "Maksud saya bukan begitu, pak. Apakah ambil rumah dengan KPR di bank itu dibolehkan ?"
๐ณ๐ปโโ Kalau mau bebas hisab. Ada caranya ?
๐ฆ๐ป "Gimana pak ?"
๐ณ๐ปโโ Begini. Dalam hadist, Nabi SAW bersabda :
โ ุฑูููุนู ุงููููููู
ู ุนููู ุซูููุงุซูุฉู: ุนููู ุงููููุงุฆูู
ู ุญูุชููู ููุณูุชูููููุธูุ ููุนููู ุงูุตููุจูููู ุญูุชููู ููุญูุชูููู
ูุ ููุนููู ุงููู
ูุฌูููููู ุญูุชููู ููุนููููู โ
Diangkat pena (tidak dicatat/dihisab) dari tiga orang yakni dari orang yang tidur sampai orang tersebut kembali bangun, dan dari anak kecil sampai anak tersebut bermimpi (baligh), dan dari orang yang gila sampai dirinya menjadi berakal kembali.โ (HR at-Tirmidzi, Abu Daud, an-Nasaโi, dan Ahmad)
๐ฆ๐ป "Maksudnya ?"
๐ณ๐ปโโ Kalau mau bebas hisab, ada 3 cara menurut hadist diatas
1. Tidur terus jangan bangun-bangun
2. Jadilah anak kecil. Jangan sampai baligh
3. Jadilah orang gila, jangan pura-pura gila.
๐ฆ๐ป "Mana bisa begitu ?sebenarnya saya gak mau ambil KPR di bank, tapi gimana lagi ? Saya terpaksa. Kalau gak begitu, kapan saya bisa punya rumah ?"
๐ณ๐ปโโ Oooh begitu..
๐ฆ๐ป "Iyya pak. Kalau ngontrak terus, habis masa sewa ilang duit kita. Rumah tetap milik si pemilik kontrakan. Sampai kapan begini terus ?"
๐ณ๐ปโโ Jadi kamu terpaksa ambil KPR bank ?
๐ฆ๐ป "Iyya pak. Daripada ngontrak terus. Tinggal dirumah mertua juga tidak enak, gak bebas. Boleh 'kan ambil KPR rumah karena alasan terpaksa ?"
๐ณ๐ปโโ Sebelum saya jawab. Ini saya kutipkan hadist dari Rasulullah SAW yang bersabda :
ุฅูููู ุงูููููู ููุถูุนู ุนููู ุฃูู
ููุชูู ุงููุฎูุทูุฃู ููุงููููุณูููุงูู ููู
ูุง ุงุณูุชูููุฑููููุง ุนููููููู) ุณูู ุงุจู ู
ุงุฌู
Sesungguhnya Allah telah mengabaikan (mengampuni dosa) atas ummatku dari ketidaksengajaan, lupa dan sesuatu yang dipaksa atas mereka (HR. Ibn Hibban dan Ibn Majah)
๐ฆ๐ป "Alhamdulillah, berarti boleh ya pak ? Terima kasih atas penjelasannya.."
๐ณ๐ปโโ Eittt... entar dulu. Kan belum saya jelasin. Kalau tidak sengaja dan lupa lain kali saja kita bahas. Tuh kalimat yang terakhir seperti yang kamu tanyakan..
๐ฆ๐ป "Yang dipaksa maksudnya, pak ?"
๐ณ๐ปโโ Iyya. Kamu ambil rumah dipaksa siapa ? Bapakmu ? Mertuamu ? Istrimu ? Embahmu ?
๐ฆ๐ป "Gak ada yang maksa sih pak..."
๐ณ๐ปโโ Dipaksa atau terpaksa itu ada pembahasannya tersendiri. Itu kategorinya darurat. Nah, darurat itu ada fiqh-nya tersendiri. Darurat itu perkara yg menyangkut hidup mati seseorang. Paham ?
๐ฆ๐ป "Iyya pak..."
๐ณ๐ปโโ Darurat itu seperti kisah keluarganya 'Amr bin Yasir. Yang dipaksa mengakui sesembahan nenek moyangnya. Jika menolak maka dibunuh sebagaimana kafir Quraisy membunuh Sumayyah ibunya. Darurat itu seperti memakan daging babi bagi orang yg sangat kelaparan dimana tidak ada sedikit pun makanan selain makanan itu. Jika tidak, nyawanya pasti melayang.
๐ฆ๐ป "Iyya pak..."
๐ณ๐ปโโ Saya ulangi, jadi apakah kamu dipaksa ?
๐ฆ๐ป "Enggak pak..."
๐ณ๐ปโโ Apakah kamu terpaksa ambil rumah dengan cara KPR bank ?
๐ฆ๐ป "Enggak juga sih, pak..."
๐ณ๐ปโโ Ok. Jadi kalau kamu tidak ada yang memaksa. Tidak p**a terpaksa. Tidak dalam kondisi darurat hidup mati, artinya apa ?
๐ฆ๐ป "Saya yang memaksakan diri, pak..." ๐
๐ณ๐ปโโ Nah, ittuuu.... pinter...!
๐ฆ๐ป "Trus, bagaimana caranya agar saya bisa punya rumah dengan cara yang halal ?"
๐ณ๐ปโโ Ada caranya. Ada 4 cara yang bisa kamu lakukan.
๐ฆ๐ป "4 cara ? Wow, gimana caranya pak ?"
๐ณ๐ปโโ Datang saja ke acara keren ini :
Survei serentak di lokasi MVJ
๐ณ๐ปโโ Ditunggu ya... ๐