04/03/2023
1 Maret memiliki arti penting bagi sejarah Bangsa Indonesia. Sebab, pada 1 Maret 1949 sebuah peristiwa yang disebut serangan umum terhadap Kota Yogyakarta, membuka mata dunia tentang keberadaan negara Indonesia di forum internasional.
Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah peristiwa lanjutan dari Agresi Militer Belanda II yang bertujuan merebut wilayah Republik Indonesia dengan menyasar Yogyakarta sebagai target utamanya. Sebab, saat itu ibu kota Indonesia berada di Yogyakarta. Peristiwa penyerangan tersebut melibatkan sejumlah tokoh-tokoh pahlawan Tanah Air. Mereka tidak ingin wilayah Republik Indonesia kembali dikuasai Belanda.
Penyebab utama terjadinya serangan umum dilatarbelakangi oleh propaganda Belanda ke dunia internasional yang mengklaim bahwa Indonesia sudah hancur. Tak hanya itu, kelompok Belanda juga mengatakan bahwa pasukan tentara Indonesia tidak ada yang tersisa meski negaranya sudah merdeka. Dengan ketiadaan Negara Indonesia dan pasukan tentara, pihak Belanda merasa bisa leluasa menguasai kembali wilayah Indonesia.
Mengetahui adanya propaganda menyesatkan dari kelompok Belanda, pihak Indonesia tidak tinggal diam dan segera menyusun strategi untuk melawannya. Serangan secara besar-besaran serentak dilakukan di seluruh wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sasaran utama adalah penyerangan utama tempat konsentrasi musuh, yaitu Benteng Vredeburg, kantor pos, istana kepresidenan, Hotel Tugu, stasiun kereta api, dan Kotabaru. Serangan pasukan yang mendadak itu membuat Belanda terkepung dan pasukan gerilyawan RI berhasil menguasai kota dalam beberapa jam.(Sumber : berbagai sumber)
📸
📍 Monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer, Yogyakarta