12/09/2022
“PENGENDALIAN HAYATI”
Solusi masalah Daun Cabe Keriting
Kita asumsikan bahwa tanaman cabai sudah terkena serangan hama di atas. Solusinya adalah dengan mengobati bukan mencegah lagi.
Perlu diketahui bahwa tindakan pencegahan hama dimulai sejak perencanaan dan penanaman tanaman cabai. Yaitu mulai dari :
1. Menghindari penanaman monokultur (penanaman cabai di tempat yang sama secara berulang),
2. Pemilihan bibit/ biji yang unggul,
3. Pembersihan gulma,
4. Pengairan, pemupukan, penggunaan pestisida dan hormon serta pengairan yang cukup,
5. Penggunaan pestisida kimia yang bijak untuk menghindari ikut terbunuhnya musuh alami hama tersebut.
Tindakan di atas seharusnya sudah dilakukan untuk menghindari masalah dan serangan hama yang dimaksud.
Untuk tanaman yang sudah terserang hama, maka perlakuannya adalah dengan memberi perlindungan terhadap “keselamatan” hidup tumbuhan. Tentu saja pemberian dan aplikasi pengendali hama ini sudah lebih dulu dikalkulasi mulai dari dampaknya terhadap lingkungan, harga produk, sampai pada nilai produksinya. Apakah berimbang atau malah merugikan saja. Walaupun memang pada akhirnya semua kembali pada kasus dan keputusan masing-masing petani.
Cara pengendalian daun cabe keriting dengan Pengendalian hayati adalah sebagai berikut ulasannya :
Agen pengendali hayati adalah organisme penyerang yang disebut musuh alami hama. Dilihat dari fungsinya, musuh alami terbagi atas parasitoid, predator dan patogen.
Adapun musuh alami tersebut adalah :
- Musuh alami untuk hama Thrips yaitu kumbang Coccinellidae, tungau predator, kepik Anthocoridae, dan kumbang Staphulinidae.
- Musuh alami hama Tungau yaitu predator Amblyseius citri, patogen Hirsutella sp. dan predator Chrysopidae.
- Musuh alami Aphids yaitu predator ladybug, lalat bunga, tawon parasit, kutu larva nyamuk, laba-laba kepiting, dan serangga bersayap jaring.
Ketiga agen pengendali hayati atau musuh alami di atas sebenarnya dapat “dimodifikasi” menjadi obat alami pengendali hama Thrips, Tungau dan Aphids penyerang daun cabai. Caranya adalah dengan membiarkan musuh alami berkembang biak tanpa gangguan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk “membantu” agen musuh alami melakukan tugasnya menyerang hama :
1. Menekan aplikasi pestisida. Penggunaan pestisida secara terus menerus justru akan membunuh musuh alami.
2. Menanam tanaman bunga di sekitar areal tanaman cabai. Sari madu dan serbuk sari yang dihasilkan bunga sangat disukai oleh musuh alami, dan dapat meningkatkan prasitoid dan predator untuk berkembang biak.
3. Pengendalian semut pemakan madu.
4. Melestarikan tanaman liar yang menjadi inang alternatif musuh alami.
Adapun produk organik pengendali hama adalah :
a. Produk NASA Pentana.
Produk ini dibuat dari tumbuhan alami yang dalam aplikasinya dapat mudah diuraikan oleh bakteri pengurai tanah.
Keunggulannya adalah :
• dapat mengendalikan hama dengan sasaran yang tepat
• tidak menyerang atau menganggu musuh alami.
• tidak mencemari lingkungan
Hama sasaran adalah : Thrips, ulat, Aphis dan hama kukutuan seperti kutu putih, kutu kebul dan lain-lain.
Cara pemakaian adalah sebagai berikut :
Campurkan 15-45 cc Pentanda dan Aeor-810 dan tambahkan sedikit air dalam wadah, kemudian aduk hingga tercampur rata. Tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh. Setelah itu semprotkan tepat mengenai hama sasaran. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada sore hari.
b. Produk NASA Pestona
Produk Pestona bekerja dengan mengurangi nafsu makan hama sehingga akan berdampak pada berkurangnya serangan terhadap daun cabai. Meskipun aplikasi produk ini tidak mengutamakan kematian secara cepat hama perusak daun tersebut.
Hama sasaran adalah : alang sangit, wereng, belalang, penggerek batang, Thrips, kepik, uret, ulat, dan lain-lain.
Cara pemakaian adalah sebagai berikut :
Larutkan produk Pestona sebanyak 5 cc – 10 cc ke dalam 1 liter air atau setara dengan 7 – 10 tutup botol untuk 1 tangki. Kemudian aduk campuran tersebut hingga tercampur rata. Lalu semporkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata. Untuk hasil optimal, lakukan penyemprotan sesering mungkin, paling minimal dilakukan penyemprotan setiap musim. Waktu yang paling baik untuk penyemprotan adalah pada waktu sore hari.