18/07/2026
Dilaksanakan pada 9 Juli 2026 lalu bertepatan dengan bulan Sura, tanggal 23 Sura 1960 Jawa, Royal Ambarrukmo Yogyakarta melaksanakan kegiatan jamasan. Jamasan berasal dari kata Jamas yang berarti membersihkan atau mensucikan sesuai dengan adat dan tradisi Jawa.
Adapun kelengkapan prosesi jamasan adalah beberapa uba rampe yakni : tumpeng robyong, jajan pasar, buah-buahan dan bunga, secara keseluruhan sebagai simbol dan proses dari spirit Mangasah Mingising Budi, Memasuh Malaning Bumi, Memayu Hayuning Bawana, simbol menyelaraskan dengan alam semesta dan keta’atan kepada sang Pencipta serta mempertahankan identitas sebagai masyarakat Jawa yang menghormati adat dan adab.
Pendopo Agung, Ndalem Ageng dan beberapa kelengkapan lainnya adalah bagian yang dijamas atau dibersihkan, sudah menjadi kewajiban sebagai umat manusia untuk selalu bersikap merawat segala sesuatunya agar tetap menjadi baik, karena bagian-bagian ini adalah sebagai salah satu bagian inti dari proses perjalanan Royal Ambarrukmo Yogyakarta, mengingat Royal Ambarrukmo sendiri adalah bagian dari saksi sejarah adiluhung dan salah satu bagian sebagai pusat edukasi dan perkembangan kebudayaan serta c***r budaya.
Jamasan adalah salah satu cara dan sikap masyarakat Jawa dalam berharap kepada Tuhan dan menaruh hormat pada sejarah dalam keheningan, tanpa memerlukan suara yang keras. Hanya air, ucapan doa, dan tangan-tangan setia yang bekerja dalam diam serta perlahan mengamati dengan detail. Dan di dalam diam justru mengingatkan kita bahwa terdapat nilai-nilai lama yang sebenarnya semakin relevan di tengah dunia yang semakin dan serba cepat ini.