01/09/2026
Pemimpin Bosnia Alija Izetbegovic mengatakan: "Dulu, saya dan keluarga hampir setiap malam menghabiskan waktu bersama keluarga tetangga kami yang berbangsa Kroasia. Beliau sosok yang ramah dan baik hati. Putranya berteman akrab dengan putra saya, sementara istri dan putri kami kerap menghabiskan waktu berjam-jam memasak, berdandan, dan berbelanja bersama. Kami sudah seperti satu keluarga.”
“Sampai akhirnya tiba hari di mana pihak Serbia menyerang Bosnia. Di titik itulah saya melihat tetangga sekaligus sahabat Kroasia saya berubah menjadi sosok yang begitu kejam—ia ingin mengusir saya, merebut rumah saya, dan merusak kehormatan keluarga saya... Tragedi Bosnia, meski sangat brutal, telah mengajarkan kita satu kaidah terpenting dalam agama kita, yaitu Al-Wala' wal-Bara' (loyalitas dan pelepasan diri)."
Sesungguhnya tabiat orang-orang musyrik adalah menjaga janji selama mereka belum memegang kendali. Namun, ketika merasa lebih kuat dibanding kaum mukmin, mereka tidak lagi memedulikan ikatan kekerabatan maupun perjanjian. Jangan sampai kita terperdaya oleh sikap manis mereka saat sedang takut, sebab bibir mereka mengucap kata-kata manis untuk menyenangkan hati, padahal hati mereka menolak, dan sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang melanggar janji.
Sebagaimana firman Allah SWT:
{كَيْفَ وَإِن يَظْهرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلاّ وَلا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ}
"Bagaimana bisa (ada perjanjian), padahal jika mereka memperoleh keunggulan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (p**a mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. At-Tawbah: 8)
(Deskripsi Foto): Seorang prajurit Bosnia menangis tersungkur di batang pohon setelah berhasil membebaskan desanya, hanya untuk mendapati kenyataan pahit bahwa seluruh keluarganya telah diekse*kusi oleh pasukan Serbia. Foto ikonik ini diabadikan pada tahun 1995 di tengah kecamuk Pe*rang Bosnia.