09/01/2026
Camping as a lifestyle?
We always say we don’t have time.
But maybe it’s not about time.
Maybe it’s about what we choose to make space for.
Do we pick what’s easiest,
or do we fight a little, to slot life into living?
Camping — is it a luxury?
If you ask me, yes.
Not luxury of money.
But Luxury of time.
Forty-eight hours less or more,
stolen back from concrete,
from metal forests,
from polluted air and endless notifications.
Kau pilih untuk lari
dari dunia yang lintang-pukang,
dikejar masa,
ditinggal bayang.
Kau pilih tenang —
ikut aliran sungai yang tak bertanya,
tak mendesak, hanya mengalir, berlinangan.
Walaupun cuma beberapa jam
di tangan alam,
ia cukup untuk bekalan utk kau dan aku bertahan.
Lepas itu,
kau kembali berjuang
dalam kesibukan.
Camping bukan sekadar yg kau lihat dimata kasar.
Ia tentang berhenti.
Dengar angin, air dan alam
Dengar diri sendiri.
Bila kau camping,
kau bermesra dengan alam,
dan tanpa sedar
kau sedang zahirkan cinta
kepada Tuhan.
Sujudmu
di tanah yang belum gersang.
Doamu
tanpa siling, hanya bumbung ciptaan Tuhan.
Dan dalam sunyi itu,
kau ingat,
hidup bukan sekadar untuk kau jalankan,
tapi untuk dirasai, untuk kau nikmatkan.